Harusnya Tes Pertama SKB Juga Soroti Anggaran Bila Tetap Menggunakan Passing Grade

Banjarmasin, KP – Pasca penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 di sebagian instansi, masih mendapat kritikan dan saran.

“Seharusnya tes pertama adalah Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) yang mempunyai bobot 60 persen.

Untuk menilai kemampuan pendaftar CPNS pada formasi yang ia lamar,’’ kata salah satu peserta yakni Renny Gladis Karina SH, Selasa (6/11).

Ia juga sekaligus mengklarifikasi tentang pemberitaan sebelumnya judul ”banyak peserta nilainya nol”.

“Tidak pernah mengatakan nilainya nol, tetapi seluruh peseerta yang mendaftar, khususnya di Kejaksaan Agung RI di Kalimantan Selatan tahun 2018, tidak ada yang lulus kemampuan dasar (SHD) CAT,’’ ujarnya.

Tentang tes pertama SKB, maka selanjutnya saran Renny, peserta itu dengan tes lainnya yang hasilnya dijumlahkan dan dipertimbangkan.

“Karena ada saja yang berbada bidangnya, tetapi tidak lulus passing grade SKD.

Sehingga tidak bisa mengikuti tahap selanjutnya.

Sangat disayangkan melewatkan putra-putri bangsa yang berprestasi pada bidangnya,’’ ucapnya lagi.

Kemudian dirinya juga meluruskan isi pemberitaan soal berbeda (tulisan alenia 8).

Karena dimaksud yakni sebelumnya tidak ada TIU yang memuat soal bergambar, sehingga belum sempat belajar.

Selain itu, TKP yang kalimat soalnya sangat panjang. Pilihan jawaban A-E pun kalimatnya sangat panjang dan juga mirip-mirip dari A-Enya

“Sehingga memerlukan waktu yang banyak sedangkan waktu diberikan hanya 90 menit untuk menjawab 100 soal SKD,’’ ujarnya yang mengaku pada tahun lalu rangking 6 seluruh Indonesia dari 27 peserta pendaftar CPNS Kejaksaan Agung RI di Kalsel (bukan dari seluruhnya se Indonesia.

Meskipun begitu tetap saja dinyatakan tidak lulus, walau cuma TIU yang tidak memenuhi passing grade yaitu 75.

Sedangkan untuk TWK dan TKP nya memenuhi passing grade yaitu 90 dan 156 dengan skor 321 passing gradenya adalah TWK 75, TIU 80, TKP 143.

Ia juga kritik terhadap soal Test Karateristik pribadi (TKP).

Hampir semua soal TKP yang memposisikan diri sebagai karyawan perusahaan, adanya tentang Survey paswar, Upgrade, Aplikasi yang mana soal tersebut cocok untuk perusahaan/BUMN.

“Seharusnya lebih spesifik sebagai pegawai negeri yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat.

Alangkah bagusnya lagi apabila sesuai dengan bidang yang ia lamar,’’ ucap Renny Gladis Karina.

Sebagai contoh untuk formasi calon jaksa dengan contoh soal TKP.

Apabila anda sebagai penuntut umum adalah menghadapi kasus seperti anak yang menjadi terdakwa dan korban juga adalah seorang anak, apa yang anda lakukan dalam penuntutan?.

Atau juga contoh soal keluarga tersangka (orang tua) ingin memberikan anda uang, apa yang harus anda lakukan?.

“Dasar seperti itu dilakukan seorang calon jaksa yang pintar menangani situasi, bagaimana dia bisa membuat situasi kondusif.

Berdasarkan pengamatan saya, banyak hal-hal tersebut ditemukan dalam pekerjaan nanti sebagai jaksa/penuntut umum,’’ ujarnya lagi.

Pada sisi lain ia juga soroti anggaran negara dan kebutuhan setiap formal apabila tetap menggunakan passing Grade.

Sedangkan yang lulus cuma sedikit (tidak sesuai formasi yang dibutuhkan).

“Maka terjadi ketidakefektifan. Instansi akan membuka penerimaan lagi yang akan berdampak akan adanya pengeluaran anggaran lagi dan kurangnya pegawai negeri sipil, yang sedangkan diperlukan,’’ ujarnya. (K-2)

 

 

 

 

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...