Terkait Pelaporan, Hampir 6 Jam Bupati Balangan Dimintai Keterangan Penyidik Polda Kalsel

Banjarmasin, KP – Setelah pihak Ansharuddin, tak lain Bupati Balangan yang ditetapkan jadi tersangka, memiliki berbagai argumentasi yang disampaikan melalui tim kuasa hukumnya yakni M Fazri SH MH, akhirnya dilakukan pemanggilan lagi.

Itu dilakukan penyidik Dit Reskrimum Polda Kalsel, Selasa (15/10).

Ansharuddin didampingi penasihat hukumnya, datang sejak pukul 09.30 WITA, dan hingga pukul 16.00 WITA, masih ada di rungan penyidik.

Sebelumnya itu Ansharuddin dituding melakukan penipuan terhadap seorang bernama Dwi Putra Husnie pada 1 Oktober 2018 silam, hingga dalam proses panjang ditetapkan tersangka.

Namun dibalik itu pula Ansharuddin melaporkan Dwi, dan inilah yang dalam proses lanjut atas kasusnya.

“Iya, kami mendapingi Pak Ansharuddin, yang dipanggil dan dimintai keterangan penyidik lagi,” kata kuasa hukumya, M Fazri SH MH, ketika ditanya wartawan, disela ingin salat di masjid yang ada di lingkungan Mapolda Kalsel.

Dikatakan, pemangilan terkait atas pelaporan pihaknya terhadap Dwi.

“Tadi ditanya secara detai oleh penyidik,” tambahnya.

Berita Lainnya

Pasien Sembuh Covid Semakin Meningkat

1 dari 868
Loading...

Baik bukti rekaman, foto, bukti  pembayaran, video dan lainnya, dan itu semua ada pada pihaknya.

“Pelaporan ketika itu yang jelas disampikan soal adanya penipuan karena mengaku KPK, pemalsuan kwitansi, pemerasan terus kesaksian palsu berkaitan dua orang saksi,” ucapnya.

Dirinya optimis dengan pelaporan  balik itu, mudahan bisa diproses, disidik agar terang menderang dengan adanya dua peristiwa hukum dan bisa imbang.

“Setidaknya yang terjadi 2 April 2018, versi pelapor (Dwi) ada di Banjarmasin, bukti otentik, kita ada di Balangan,” ujarnya.

Sebelumnya itu, Direktur Reskrimum, AKBP Sugeng Riyadi mengatakan, mengenai kasus Bupati Balangan, perkaranya memang limpahan dari Mabes Polri setahun yang lalu.

Kemudian dari Mabes Polri dilimpahkan ke Polres Jakarta Pusat, yang kemudian dari Polres Jakarta Pusat.

Kemudian karena locus delictinya lebih banyak ada di Balangan kemudian dilimpahkan ke Polres Balangan dan seterusnya dilimpahkan ke Polda Kalsel.

“Kita tindaklanjuti dengan proses penyelidikan kemudian penyidikan penetapan tersangka dan sampai berkasnya dilimpahkan dan P21,” ujarnya. (K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya