Ketua Kadin Kalsel Dipolisikan Masalah ‘Sembako’ Bayar dengan Cek Kosong

BANJARMASIN, KP – Kesandung ‘sembako’ akhirnya Edy Suryadi, yang diketahui saat ini juga sebagai Ketua Kadin Kalsel, akan berurusan dengan penyidik lantaran dipolisikan.

Ia disebut membayar dengan menggunakan cek kosong.

Ulahnya, membuat pengusaha yang memberikan sembako itu merasa tertipu sebesar Rp365 juta.

Dari keterangan, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalsel, Edy Suryadi ini dilaporkan seorang pengusaha sembako ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalsel, atas dugaan penipuan sebesar Rp365 juta.

Dari kronologis persoalan ini sampai ke polisi, sebagaimana diungkapkan pelapor bernama H Aftahuddin, yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia Kalsel, kepada wartawan, Selasa (26/11), semua berawal ketika terlapor, Edy, yang dikenalnya selain sebagai Ketua Kadin dan aktif berpolitik, selama ini memesan belasan ribu paket sembako untuk keperluan amunisi Pemilu 2019 lalu.

Saat itu Edy Suryadi ikut mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI, dengan bersandar pada salah satu partai politik baru, yakni Partai Berkarya.

Dan H Aftahudin diminta tolong untuk menyediakan 15.000 paket sembako seharga masing – masing Rp25.000 per paket, untuk dibagikan ke daerah pemilihan (Dapil).

Tapi yang sempat diserahkan hanya sebanyak 14.600 paket atau sebesar Rp365 juta.

Dengan jumlah pesannya sebesar itu, pelapor meminta jaminan, dan terlapor Edy Suryadi menyerahkan selembar cek. Beberapa hari setelah barang dikirim, pelapor pun coba memeriksa cek yang diterimanya, sekaligus juga beberapa kali menanyakan kepada pihak Bank, namun cek tersebut ternyata kosong.

Sebelum perkara ini dilaporkan ke Ditreskrimum Polda Kalsel, pihak pelapor sudah berupaya untuk melakukan pendekatan dengan terlapor.

Berita Lainnya

Ke MK “Bunuh Diri”

1 dari 1.029

Dan dilakukan sudah beberapa kali. Kemudian, pihak pelapor juga sudah beberapa kali menghubunggi via telepon, namun selalu dijawab anak buahnya yang menyelesaikannya.

“Makanya, kasus ini Saya laporkan ke Polda atas dugaan penipuan pada Juni 2019 lalu,” tambah H Aftahuddin.

Sementara, Edy Suryadi, ketika dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, tak membantah telah melakukan pembelian semua paket sembako untuk keperluan Pemilu.

Terkait cek kosong yang dipermasalahkan pelapor?. Ia mengaku itu adalah kesalahan karyawannya. 

Namun dia siap bertanggungjawab.”Benar ada, tapi Saya yang bertanggungjawab,” tandasnya.

Lalu ditanya lagi kapan ada niat untuk membayar, Edy Suryadi menjawab ada.

“Saya sebenarnya beritikad baik dan bertanggungjawab kepada anak buah,” tuturnya, sambil meminta agar masalah ini jangan diberitakan.

“Kita kan berteman dan minta tolong dibantu,” pintanya lewat sambungan telepon.

Sementara, salah seorang perwira di Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kalsel, saat ditemui wartawan, membenarkan jika ada laporan yang dibuat H Aftahudin terhadap terlapor Edy Suryadi.

“Iya ada sudah laporannya soal cek itu masuk, dan dalam proses.

Tapi masih tingkat penyelidikan serta belum penetapan tersangka,” ujar perwira itu. (K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya