Tebar Keceriaan Bersama Ratusan Penyandang Disabilitas

Banjarmasin, KP – Tebar keceriaan bersama penyandang disabilitas, Jumat (22/11).

Itu bersama Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor dan Ketua TP PKK Kalsel, Hj Raudatul Jannah.

Mereka terlihat bercengkerama hangat dengan penyandang disabilitas peserta jalan santai dalam rangka Peringatan Hari Penyandang Disabilitas Internasional 2019.

Canda dan tawa saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik itu mewarnai hampir sepanjang perjalanan di seputaran Tugu Nol Kilometer, Banjarmasin,   tempat lokasi jalan santai digelar.

Hari Disabilitas Internasional tingkat Provinsi Kalsel kali ini mengangkat tema ‘Indonesia Inklusi Disabilitas Unggulan’.

Gubernur mengatakan, peringatan ini dapat menjadi momentum menumbuhkan kesadaran semua pihak untuk lebih memperhatikan dan menghargai serta memberikan hak yang sama kepada para penyandang disabilitas.

“Mari kita bersama-sama, memberikan hak mereka, seperti fasilitas yang layak dan rasa nyaman, serta perlakukanlah mereka dengan setara dan adil,” ucap gubernur yang akrab di sapa Paman Birin.

Ia menambahkan, peringatan ini tidak sebatas ceremonial saja, tetapi lebih ke teknis yang terfokus pada pemenuhan hak-hak disabilitas.

“Saya berharap, saudara kita penyandang disabilitas, agar lebih diperhatikan dan diberikan pelayanan lebih, dan senantiasa membantu di saat mereka membutuhkan kita,” ucap Paman Birin.

Berita Lainnya
1 dari 878
Loading...

Senada dengan sang suami, Hj Raudatul Jannah mengharapkan ada kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas.

“Baik itu akses pendidikan, ekonomi, olahraga, pekerjaan, harus ada kesetaraan di segala bidang.

Karena sejatinya tidak ada perbedaan diantara kita,” harapnya.

Selain itu, juga mengucapkan terimakasih tulus kepada para pembimbing, pendamping dan guru pengajar yang sudah mendedikasikan hidupnya bagi penyandang disabilitas.

“Tidak lupa, terimakasih yang tulus saya sampaikan untuk para pembimbing, pendamping dan guru pengajar yang tulus ikhlas melayani serta mengajarkan saudara kita (penyandang disabilitas) untuk mengasah keterampilan dan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Siti Nuriyani dalam laporannya mengatakan kegiatan ini di ikuti 150 orang penyandang disabilitas, mulai dari SLB, panti dan organisasi-organisasi penyandang disabilitas.

Lebih lanjut, Siti Nuriyani mengatakan setiap tahunnya pihak Dinsos Provinsi Kalsel mencari penyandang disabilitas ke kabupaten kota yang ada di daerah ini.

Tujuannya, untuk dibina dan diberi pelatihan khusus.

Ada beberapa panti sosial seperti panti tuna netra Fajar Harapan mereka semua dididik untuk keterampilan seperti pembuatan tikar purun dan mereka sudah punya usaha sendiri.

“Masyarakat yang mempunyai tetangga atau keluarga penyandang disabilitas jangan malu punya keluarga seperti itu, mereka harus dibawa ke Dinsos untuk dibina dan didik,” tuturnya. (*/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya