“Trauma, Tapi Timbul Keinginan”

Marabahan, KP – Terungkapnya pencabulan terhadap sejumlah siswa SMA di Barito Kuala ini, menjadi perhatian serius.

Kasat Reskrim Polres Batola, AKP Edi Yulianto SH, himbau kepada orang tua yang merasa tak terima anaknya dilakukan senonoh oleh tersangka bisa melaporkan kejadian ke Mapolres Batola.

“Itu, untuk bisa ditindaklanjuti soal kasus pencabulan ini,” ucapnya.

Sementara penyesalan dan trauma terjadi pada diri tersangka SI (5), yang mengaku selain honorer guru juga seorang mengajar mengaji di sekitar tempat tingalnya di Kabupaten Batola.

Ia juga mengaku seorang sarjana agama, serta mempunyai dua orang anak perempuan.

Ia mengaku pula melakukan ini sejak bulan Mei dan Oktober 2019.

Rata-rata semua korban siswa SMA, dengan modus berpura minta pijatkan badan kepada korbannya.

Diceritakannya, selesai pijat dan badan merasa enakan, baru melakukan aksi dan ini dilakukan ucapnya setiap tengah malam saat selesai mengajar ngaji.

“Saya memang dulunya adalah korban dari seorang guru sejak duduk kelas satu Sekolah Dasar (SD).

Juga pernah melakukan hal sama dengan seorang pria dewasa.

Saya tidak pernah mengiming-imingi apapun kepada korbannya, ketika mengajak melakukan perbuatan itu.

Saya juga tak memaksa dan melakukan semuanya sama-sama,” ungkap tersangka.

Sisi lain diceritakan, semasa kuliah,  pernah melakukan aksi seksual sesama jenis.

“Sebenarnya saya sedikit trauma melihat kejadian di masa kecil.

Tetapi terkadang muncul keinginan melakukan itu lagi dan terkadang bernafsu melihat laki-laki,” bebernya.

Namun nafsu tidak biasa tersebut berubah menjadi penyesalan, mengingat mayoritas korban berusia di bawah umur.

“Saya menyesali karena sudah mempermalukan istri dan anak-anak saya,” lirihnya. (fik/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...