Program Pascasarjana : Latih UMKM Gumas Pasarkan Produknya.

2.480

Palangka Raya,KP – Tim Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Pascasarjana, Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan kegiatan pendampingan wirausahawan Kabupaten Gunung Mas agar mampu melakukan promosi secara daring.

Kegiatan pendampingan tersebut, dilaksanakan sejak Oktober hingga Nopember 2019 lalu.

Ketua Tim Pelaksanaan PKM Pascasarjana UPR Dr Luluk Tri Harinie SE MM kepada awak media, di sela kegiatan Seminar Nasional Pendidikan “Pembelajaran Generasi Milenial yang Berkarakterm”, di Luwansa Hotel, Palangka Raya, akhir pekan tadi, mengatakan, secara kuantitas wirausahawan di Gumas terus mengalami peningkatan.

Namun secara kualitas, perkembangan usaha yang dilakukan masih terkendala pemasaran, terutama karena minimnya kemampuan dalam berpromosi.

Karena itu dalam melaksanakan pendampingan, Dr Luluk Tri Harinie SE MM, didampingi sejumlah anggota, seperti Dr Alexandra Hukom SE MSi dan Juma’eh SE, melakukan pengamatan, sosialisasi, pelatihan, yang dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi.

Atas terselenggaranya kegiatan PKM itu pihaknya sangat berterimakasih kepada Rektor dan Direktur Pascasarjana UPR Ibu Prof Dr Ir Yetrie Ludang MP.

Dijelaskan data dari Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, dan Usaha Kecil Menengah, Kabupaten Gumas, jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah itu pada 2017 lalu mencapai 3.754 wirausahawan, terdiri dari 3.417 usaha berskala mikro, 336 usaha kecil, dan satu usaha menengah.

Dan kendala utama yang dihadapi para wirausahawan Gumas adalah promosi produk usahanya. Sedangkan para wirausahawan, sebenarnya sangat berkeinginan produknya dapat dikenal mudah masyarakat sekitar, agar mampu bertahan dan semakin berkembang.

Akan tetapi dalam melakukan promosi produk, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan para wirausahawan itu tidak mampu mewujudkannya.

UKM di Gumas yang menjadi binaan antara lain, Daniel selaku pemilik home industry kreatif “Anak Lewu”, Harmuda selaku pembuat alat musik tradisional kecapi.

Berikutnya Ibu Endang selaku pengelola usaha fotokopi “Erikson”, Mama Noval selaku pengelola usaha penjahit “Nayla”, Koleng sebagai pengelola toko sembako “Ardim”, dan Oeng Tenun sebagai pembuat kerajinan anyaman.

Pihaknya mencoba melatih kemampuan dan keterampilan mereka dalam membuat promosi produk hasil usaha, dengan jangkaun pemasaran yang luas, cepat, dan murah, tanpa mengeluarkan biaya sama sekali, paparnya.

Program pendampingan ini diawali sosialisasi dan pelatihan, dengan memberikan modul cara penggunaan media online sebagai sarana promosi produk hasil usaha para mitra,” ujarnya. (Drt)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...