Banjarmasin Tanggap Darurat Corona

Kasus positif Virus Corona ini juga dimasukkan dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Banjarmasin

BANJARMASIN, KP – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menaikkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat Virus Corona (Covid – 19) terhitung, Senin (23/03/2020).

Naiknya status ini menyusul adanya salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Ulin dinyatakan positif terjangkit Virus Corona. Terlebih pasien tersebut diketahui warga Banjarmasin.

“Mulai besok naik status menjadi tanggap darurat,” ujar Ketua Gugus Penanganan dan Pencegahan Virus Corona Banjarmasin, Machli Riyadi, Minggu (22/03/2020).

Machli mengatakan, selain naiknya status, kasus ini juga masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) di Banjarmasin. Sehingga pemerintah dan masyarakat perlu menanggapinya dengan sangat serius.

“Naiknya status ini karena ada satu kasus yang positif. Dan ini merupakan kejadian luar biasa (KLB) di Banjarmasin yang harus kita sikapi secara serius,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin.

Lantas apa yang akan dilakukan Pemko dengan naiknya status ini? Machli menjelaskan, langkah yang sangat perlu diambil yakni melakukan pencegahan dengan cepat. Salah satunya menyemprotkan desinfektan secara massal.

Berita Lainnya
1 dari 1.786
Loading...

“Yang dilakukan sekarang penyemprotan desinfektan secara masal, dan masif tujuannya untuk mempercepat mengurangi penyebaran virus corona ini,” katanya.

Kemudian, untuk sasaran sendiri perlu dilakukan di lokasi – lokasi yang dinilai rawan. Terlebih wilayah tempat tinggal pasien yang dinyatakan positif tersebut.

“Di situlah yang akan diutamakan untuk di semprot. termasuk rumahnya, maupun tetangganya,” bebernya.

Nah, lalu bagaimana kondisi dan status keluarga pasien tersebut? Machli mengaku sudah mendatangi keluarganya. Dari hasil cek kesehatan, mereka dinyatakan dalam kondisi sehat, dan tak menunjukan gejala apapun.

Kendati demikian lanjut Machli, bahwa keluarga pasien itu masuk dalam kategori Orang Dengan Resiko (ODR). “Jadi bukan ODP, tapi ODR. Kami sudah melakukan anamnesis. tidak ada keluhan apa-apa dari keluhan istri dan anak-anaknya,” jelasnya.

Selain itu, dibeberkan Machli bahwa kronologis pasien ini sebelum dinyatakan positif sempat bepergian ke daerah Malang. Selain itu pasien juga sempat terserang demam Berdarah dengue (DBD)

“Pada kondisi mulai menurun penyakitnya muncul. sebelum munculnya covid -19 ini didahului dia terkena DBD,” ujarnya.

Lebih lanjut, Machli juga mengimbau warga untuk selalu berperilaku hidup sehat, terlebih ditengah kondisi saat ini. Dan ia meminta agar warga tak perlu panik dan terus bersikap waspada. (sah/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya