Faisal Hariyadi: ‘Dibutuhkan Tiga Komponen Melestarikan Cagar Budaya’

Dibutuhkan tiga komponen dalam kerangka menjaga dan melestarikan cagar budaya yakni pemerintah, masyarakat dan partisipasi pihak swasta.

BANJARMASIN, KP – Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin, Faisal Hariyadi mengatakan, dibutuhkan tiga komponen dalam kerangka menjaga dan melestarikan cagar budaya. Ketiga komponen itu adalah, pemerintah, masyarakat dan partisipasi pihak swasta.

“Masyarakat dan swasta berperan melindungi, merawat dan memanfaatkan cagar budaya untuk peningkatan perekonomian, sedangkan pemerintah berperan membuat regulasi atau aturan serta sosialisasi agar cagar budaya itu terjaga kelestariannya dan diharapkan mampu meningkatkan destinasi wisata,’’ kata Faisal Hariyadi.

Hal itu dikemukakannya, menanggapi Makam Pangeran Sultan Suriansyah yang kini menuntut perhatian semua pihak. Pasalnya, sebagai salah satu cagar budaya kondisi bangunan makam Kerajaan Banjar pertama yang sudah berusia ratusan tahun itu sebagian sudah keadaan rusak.

Ia menegaskan, cagar budaya selain memberikan nilai identitas diri bangsa, dan sejarah serta ilmu pengetahuan, tapi peninggalan benda-benda masyarakat kita pada tempo zaman dulu itu sangat tidak ternilai harganya.

“Menyadari hal ini, maka setiap cagar budaya wajib dilindungi serta dilestarikan untuk dimanfatkan sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejateraan masyarakat,’’ tanda ketua komisi dari Fraksi Partai Amanat Nasional (-F-PAN) ini.

Berita Lainnya
1 dari 1.802
Loading...

Sebelumnya Faisal Hariyadi mengakui, melestarikan cagar budaya bukan sesuatu yang mudah terutama karena sudah berusia puluhan hingga ratusan tahun tentunya sangat rawan dari kerusakan. Menyadari hal itu maka dibutuhkan biaya pemeliharaan.

persoalannya sekarang, lanjutnya, terhadap benda-benda yang bernilai cagar budaya yang dimiliki atau dikuasai oleh perorangan, pemerintah tidak banyak berperan untuk melestarikan dan merawat cagar budaya tersebut.

“Seperti halnya Makam Sultan Suriansyah yang perawatan dan pengelolaannya dilaksanakan oleh ahli waris melalui sebuah yayasan yang hingga kini belum diserahkan kepada Pemko Banjarmasin,’’ kata Faisal Hariyadi.

Dijelaskan, guna menjaga dan melindungi cagar budaya, Pemko Banjarmasin telah menertibkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor : 21 tahun 2009 tentang Cagar Budaya. Dalam Perda ini disebutkan terhadap sesoarang yang memiliki atau menguasai benda cagar budaya wajib menjaga dan melestarikannya.

“Terkecuali benda cagar budaya yang tidak dimiliki atau dikuasai oleh orang per orang baru akan menjadi tanggung jawab Pemko Banjarmasin untuk menjaga, merawat dan melestarikannya,’’ tandas FaisalHariyadi.

Lebih jauh ia mengemukakan, adapun kriteria cagar budaya berdasarkan Undang-Undang Nonomor : 11 tahun 2010 minimal berusia 50 tahun atau lebih dan ia memiliki arti khusus bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama dan atau kebudayaan. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya