Dewan Himbau Masyarakat Ajukan Relaksasi Hutang

Banjarmasin, KP – Komisi II DPRD Kalsel menghimbau masyarakat yang mengalami kesulitan membayar hutang di tengah pandemi Covid-19, agar mengajukan restrukturisasi atau relaksasi kredit.

“Jadi kalau kesulitan membayar kredit, lebih baik mengajukan relaksasi hutang,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, yang dihubungi KP, Selasa (21/04/2020), di Banjarmasin.

Menurut Imam Suprastowo, Presiden RI, Joko Widodo sudah mengeluarkan instruksi untuk memberikan keringanan kredit bagi masyarakat, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang membawahi perbankan dan lembaga pembiayaan juga telah memberikan kemudahan untuk mengatur pembayaran kredit masyarakat.

“Relaksasi ini berlaku untuk semua jenis kredit, kecuali kredit konsumtif,” jelas politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Untuk itu, masyarakat bisa mendatangi tempat dimana dirinya mengambil kredit dan mengajukan relaksasi hutang, agar mendapat keringanan dalam pembayaran kredit atau hutang, hingga kondisinya mengalami perbaikan usai pandemi Covid-19 ini.

Berita Lainnya
1 dari 457
Loading...

“Relaksasi hutang ini diajukan sendiri oleh masyarakat, sehingga perbankan atau lembaga pembiayaan bisa melakukan pertimbangan untuk relaksasi hutang atau keringanan lainnya,” ujar Imam Suprastowo.

Diakui, relaksasi hutang ini tidak serta merta diberikan, namun melihat kemampuan debitur atau masyarakat sendiri. Karena, jika semuanya mendapatkan keringanan kredit, justru akan mematikan perbankan dan lembaga pembiayaan.

“Jadi hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar tidak mampu membayar hutangnya, sebagai dampak pandemi Covid-19,” tambah wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VII, meliputi Kabupaten Tanah Laut dan Kota Banjarbaru.

Untuk ini, Komisi II DPRD Kalsel telah menjadwalkan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala untuk melihat realisasi keringanan kredit yang diberikan perbankan.

“Minggu depan, kita akan lihat langsung realisasinya di lapangan, khususnya kredit di cabang Bank Kalsel,” tambahnya.

Karena dikhawatirkan masyarakat tidak memanfaatkan adanya fasilitas relaksasi hutang ini, sehingga tidak mengajukan. “Kita harapkan mereka yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan keringanan pembayaran kredit ini,” ungkap Imam Suprastowo. (lyn/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya