Barito Putera tidak ingin Kompetisi Liga 1-2020 dilanjutkan

457

Tim sepakbola kesayangan warga banua, Barito Putera, tidak ingin Kompetisi Liga 1 0 2020 dilanjutkan, karena menilai pandemic covid 19 di Kalsel meninggi.

BANJARMASIN, KP – Asisten Manajer Barito Putera, Ikhsan Kamil, mengungkap penyebab timnya tidak tertarik melanjutkan kiprah di Liga 1 2020. Ikhsan Kamil menilai grafik virus corona sedang meninggi di Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga sangat riskan jika kompetisi kembali digulirkan.

Sebelumnya pada Rabu 27 Mei 2020, PSSI mengadakan rapat virtual dengan 18 petinggi klub Liga 1 2020 untuk membahas kelanjutan kompetisi. Sebanyak enam tim yakni Borneo FC, Arema FC, Persib Bandung, Bali United, Persikabo dan Persiraja setuju kompetisi dilanjutkan.

Namun, 11 klub lain yakni PSS Sleman, Persik Kediri, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, Persela Lamongan, Persita Tangerang, Barito Putera, PSIS Semarang, PSM Makassar, Persebaya Surabaya dan Madura United meminta kompetisi dihentikan atau paling tidak diganti format baru. Untuk Persipura Jayapura, mereka siap mengikuti apa pun keputusan yang diambil PSSI.

Loading...

Jika format baru yang diambil PSSI, turnamen pengganti Liga 1 2020 itu kemungkinan kembali digelar pada September-Desember 2020. Hanya saja, Ikhsan juga tak yakin turnamen berjalan dalam kondisi aman di tengah pandemi virus corona.

“Bukan (ingin) kompetisi dilanjutkan dengan format baru. Apalagi saat ini di Kalimantan Selatan grafik kasus Covid-19 naik. Kebijakan pemerintah serta fasilitas kesehatan di setiap daerah kan beda-beda. Sehingga akan sangat riskan,” kata Ikhsan mengutip dari Goal, Kamis (28/5/2020).

“Kami tetap lebih mengutamakan kesehatan, dan keselamatan. Jadi, rasanya tidak bijak kalau kami mengadakan turnamen di saat situasi covid belum selesai,” lanjut Ikhsan.

Saat ini, Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah di Kalimantan yang paling banyak terinfeksi virus corona. Mengutip dari covid19.go.id, tercatat ada 703 kasus positif virus corona di Kalimantan Selatan. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi ketimbang Kalimantan Tengah (330), Kalimatan Barat (183), Kalimantan Timur (280) dan Kalimantan Utara (165). (nets/nfr/k-9)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya