PSBB Kapuas Diberlakukan Mulai 1-15 Juni 2020

1.015

Kuala Kapuas, KP – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskla Besar (PSBB) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, akan diberlakukan selama 15 hari kedepan yang dimulai dari tanggal 1 Juni sampai dengn 15 Juni 2020 mendatang.


“Kita sepakat untuk penerapan PSBB di Kabupaten Kapuas, dimulai tanggal 1 Juni sampai dengan 15 Juni, salama 15 hari,” kata Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat, di Kuala Kapuas, Jumat (29/5).


Hal tersebut disampaikan oleh orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini, usai menggelar rapat koordinasi persiapan pemberlakukan PSBB di wilayah Kabupaten Kapuas, yang digelar di Aula Kantor Bappeda Kapuas.


Dengan akan diberlakukannya PSBB tersebut, Ben berharap kepada seluruh jajaran perangkat daerah terutama Camat, Lurah, Kepala Desa hingga sampai ke tingkat Rukun Tetangga (RT) di wilayah setempat, agar dapat segera memberitahukan kepada masyarakatnya terkait penerapan PSBB di Kabupaten Kapuas.


“Supaya masyarakat mengetahui apa itu PSBB, agar mereka dapat memahami pemberlakukan PSBB yang dilaksanakan ini berjalan dengan baik,” katanya.


Sementara itu, dalam rapat koordinasi persiapan pemberlakukan PSBB di wilayah Kabupaten Kapuas, hadir Dandim 1011 Kuala Kapuas Letkol Infantri Ary Bayu Saputro, Kapolres Kapuas AKBP Manang Subakti, Kajari Kapuas Komaidi, jajaran SKPD terkait, Camat, Lurah, Tokoh Agama, Tokoh Masayrakat dan organisasi terkait lainnya.


Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga mengatakan, bahwa ada beberapa pedoman dan petunjuk pelaksanaan akan segera disusun pihaknya.

Berita Lainnya
Loading...


“Jadi ada dua hal yang kita hari ini harus selesaikan, pertama prodak hukum daerah yaitu Peraturan Daerah (Perda) tentang pendoman pelaksanaan PSBB dan satunya lagi Keputusan Bupati tentang penetapan tanggal batas waktu PSBB nya itu sendiri,” terangnya.


Dijelaskannya, bahwa untuk pedoman PSBB dilapangan nantinya akan diatur seperti aktivitas masyarakat, fasilitas umum, pemberlakukan jam dan lain-lainnya.

Contohnya, rencana pasar nantinya akan diberlakukan pembukaan dua kali dalam sehari dimulai pagi pukul 05.00 WIB sampai dengan 07.00 WIB ditutup dan kemudian pukul 16.00 WIB buka kembali dan pukul 18.00 WIB ditutup.


“Begitu juga jam malam akan kita berlakukan, tapi ini masih kita rapatkan lagi,” kata Panahatan yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas ini.


Selanjutnya, Moda transportasi pergerakan orang dan barang akan dilakukan pengkajian di dalam pedoman pelaksanaannya. Begitu juga seperti tempat fasilitas umum seperti tempat ibadah akan diatur dalam pedoman PSSB tersebut.


Harapannya, lanjutnya, dengan diberlakukan PSBB ini agar dapat bisa memahami secara arif dan bijak sana dalam pelaksanaannya.


“Kalau kita sudah lakukan 15 hari kedepan, kita mengharapkan hasil senikfikan untuk memutus mata rantai tersebut bisa kita harapkan nantinya. Itu tujuannya harus tercapai,” ucapnya.


Panahatan juga mengimbau kepada masyarakat di daerah setempat agar dapat menyikapi pemberlakukan PSBB di Kabupaten Kapuas ini, secara arif dan bijaksana.


“PSBB ini bukan sesuatu hal yang menyudutkan rakyat, itu tidak. Justru bagaimana masyarakat itu mungki sudah rindu untuk beribadah, kenyamanan dan lain sebagainya. Makanya kita sekapi ini secara arif dan bijaksana,” demikian Panahatan Sinaga. (Al/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya