Menuju New Normal, Banjar Longgarkan Enam Tempat

Martapura, KP – Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Banjar, Sekda HM Hilman mengatakan, saat pelaksanaan menuju new normal, pihaknya akan melakukan pelonggaran secara bertahap.

”Ada enam titik yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat akan dilakukan pelonggaran, teknisnya masih bakal dirapatkan,” kata Hilman, saat vidcon, di Command Center Barokah, Martapura, Rabu (3/6).

Pelonggaran kegiatan tersebut, sambungnya, bukan berarti masyarakat bebas melakukan aktivitas seperti dulu, namun justru harus menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Adapun enak titik tersebut, yakni tempat ibadah dalam hal ini Masjid Agung Al Karomah, kemudian pengajian/majelis taklim dan ritel modern.

”Serta pasar, yakni Pasar Martapura, Gambut dan Kertak Hanyar,” tandasnya.

Kemungkinan besar, sambungnya, Masjid Al Karomah sudah bisa menggelar sholat Jumat berjamaah minggu ini, namun demi menjaga keselamatan dan kesehatan jamaah, pengurus masjid harus memberlakukan protokol pencegahan Covid-19, di antaranya menjaga jarak minimal 1 meter antar jamaah, memakai masker dari rumah, membawa peralatan shalat sendiri.

Jamaah juga diimbau berwudhu di rumah serta membawa tas kresek untuk menyimpan sendalnya. Karena saat pulang mengambil sendal, sering terjadi desak-desakan dan ini rawan penularan.

Berita Lainnya

Ini Tiga Langkah Keamanan Di Martapura Timur

Pendisiplinan Prokes, Pemkab Gelar Razia Masker

1 dari 361
Loading...

”Mengingat ketentuan physical distancing minimal 1 meter, maka daya tampung masjid kemungkinan hanya tinggal 50 persen dari kapasitas sebelumnya,” katanya.

Namun ketentuan diatas, imbuh Hilman, masih dirapatkan teknisnya, termasuk pengecekan suhu tubuh dan melibatkan aparat terpadu memonitor pelaksanaan agar menjaga disiplin masyarakat.

”Kami juga akan mengundang pengurus masjid guna mendiskusikan teknis tersebut, termasuk pentingnya sosialisasi sebelum pelaksanaannya nanti,” tandasnya.

Begitu juga untuk pengajian, sambungnya, juga akan dibuka, namun masih terbatas. Kemudian pasar-pasar dan ritel modern tidak ada lagi pembatasan waktu, tapi wajib menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Corona.

”Bila enam titik ini berhasil, nanti akan dibuka lagi kawasan-kawasan lain secara bertahap,” pungkasnya.

Hilman menambahkan, Kabupaten Banjar sendiri belum bisa menerapkan new normal secara penuh, karena persyaratan dari WHO sendiri cukup berat. Pertama, indeks penularan corona itu dibawah 1 atau kasus baru sudah tidak ada atau menurun jumlahnya. Kedua, kegiatan test massal dilakukan secara masif minimal 10 persen. Ketiga kesiapan rumah sakit, termasuk tenaga medisnya. (wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya