Selama Pandemi Covid-19, Limbah B3 Banjarbaru Meningkat

Banjarbaru,KP- Meningkatnya kasus covid-19 yang terjadi di Kalimantan Selatan yang mencapai 2.326 kasus positif telah menjalani perawatan dan karantina di beberapa lokasi ternyata membawa dampak limbah berbaya di kota Banjarbaru.

Hal ini terbukti ada beberapa lokasi karantina yakni, Balai Diklat Ambulung, Balai Teknik ( BBTKL ), LPMP Banjarbaru, dan BPSDMDjuga fasilitas kesehatan lainnya. Tentunya dari sejumlah fasilitas tersebut menghasilkan limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun).

Bahkan terhitung April – Mei 2020 , Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, telah mendata jumlah sampah infeksius ( Limbah B3 ) yang mencapai 305.45 Kg.

Kabid Penegakan Hukum dan Pengendalian Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru Shanty Eka menjelaskan Limbah infeksius tersebut akan dimusnahkan dengan alat incenerator milik RSD Idaman Kota Banjarbaru.

Berita Lainnya

Lagi, Gebrak Masker di Sungai Sumba

1 dari 357
Loading...

” Limbah yang dari kota Banjarbaru akan diangkut oleh dua petugas yang mengambil Limbah Infeksius tersebut untuk dimusnakan di incenerator RSDI Banjarbaru, ” ujar Shanty, Kamis ( 18/06/2020) .

Untuk petugas sendiri Shanty menjelaskan jika mereka tetap menjalankan SOP dengan menggunakan APD serta alat strerilisasi selama pengangkutan.

“Mereka tentunya menggunakan APD lengkap, serta setelah pengambilan limbah infeksius mereka disemprot dengan disinfektan,” Jelas Shanty

Sampah ini tentu akan terus mengalami peningkatan karena masih adanya kasus covid-19. (dev/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya