Habib Zakaria dan Akademisi STIHSA
Setuju Sukrowardi Jadi Wakil Ketua DPRD Banjarmasin

Habib Zakaria pun mengaku sudah lama mengenal seorang Sukhrowardi. Terutama, dalam kiprahnya memperjuangan aspirasi masyarakat

BANJARMASIN, KP – Senator Habib Zakaria Bahasyim dan akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam (STIHSA) setuju Sukrowardi menggantikan Hj Ananda menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin.

Dukungan ini pun diungkap anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Kalsel, Habib Zakaria Bahasyim, meski tak mencampuri urusan internal Golkar, namun jika partai beringin ini memberi kepercayaan kepada Sukhrowardi sangat layak menduduki posisi unsur pimpinan dewan kota.

“Saya sangat setuju jika petinggi Partai Golkar mempercayakan kepada Sukhrowardi untuk menggantikan posisi Hj Ananda sebagai Wakil Ketua DPRD Banjarmasin,” ungkap Habib Zakaria, kemarin.

Di mata Habib Zakaria, figur Sukhrowardi terbilang sangat bagus, dan sangat bemanfaatkan bagi warga kota. Termasuk, tentu saja di kalangan internal DPRD Kota Banjarmasin.

“Dia berbicara sangat lugas, serta mengambil keputusan dan statement serta tindakan sangat tepat sekali. Inilah mengapa saya bilang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata pengasuh Majelis Taklim Anwarul Mustofa ini.

Habib Zakaria pun mengaku sudah lama mengenal seorang Sukhrowardi. Terutama, dalam kiprahnya memperjuangan aspirasi masyarakat. Dari sisi asas manfaatnya ini, Habib Zakaria secara terbuka mendukung jika Sukhrowardi didapuk menjadi Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, melengkapi tiga pimpinan dewan yang ada.

“Semoga saja, dalam menjalankan kepercayaan itu, saudara Sukhrowardi konsisten menjaga amanah,” tuturnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.620

Dukungan serupa juga dilontarkan akademisi STIH Sultan Adam, Muhammad Ramli. Menurut dia, tentu Golkar sebagai parpol besar dan memiliki akar dan basis dukungan kuat di Banjarmasin, harus menempatkan orang yang pantas menduduki posisi pimpinan dewan.

“Secara kompetensi, Sukhrowardi termasuk yang berkompeten. Kenapa? Karena latar belakangnya berangkat dari dunia aktivis, tentu pergaulannya sangat luas. Tak hanya dari kalangan aktivis dan akademisi, namun juga wartawan, ulama, tokoh masyarakat dan lainnya. Semua dirangkul semua,” kata mantan anggota KPU Provinsi Kalsel ini.

Wakil Koordinator Badan Pengendalian dan Pemenangan Pemilu Wilayah Kalimantan Selatan DPP Partai Golkar ini menegaskan figur Sukhrowardi cukup terampil dalam membawa aspirasi masyarakat. Dengan begitu, ia dinilai mampu mengadvokasi kepentingan masyarakat ketika berhadapan dengan kekuasaan birokrasi dan korporasi.

“Inilah yang kerap kita khawatirkan, ketika ada orang berkompeten seperti Sukhrowardi, justru kadang dikalahkan. Hingga dipilih orang yang tidak berkompeten dan terampil,” tambah Muhammad.

Untuk itu, sebagai senior di Partai Golkar, Muhammad pun berharap agar petinggi Golkar baik di Kota Banjarmasin maupun Provinsi Kalsel harus mengutamakan seorang kader yang berkelas seperti Sukhrowardi.

“Beri kesempatan bagi kader terbaik Golkar, seperti Sukhrowardi. Utamanya kepada Ketua DPD Partai Golkar Banjarmasin H Yuni Abdi Nur Sulaiman dan Ketua DPD Golkar Kalsel Sahbirin Noor. Jadi, harus melihat sisi baiknya, jangan mengemukakan berbagai alasan yang macam-macam,” kata Muhammad.

Di mata Muhammad, sosok Sukhrowardi selama ini tergolong vokal, bahkan dekat dengan seluruh elemen masyarakat. “Jika nanti dipercaya menjadi pimpinan dewan, tentu daya juangnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat lebih kuat lagi. Ini tentu akan membawa citra positif bagi Golkar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hj Ananda resmi mengundurkan diri sebagai anggota sekaligus Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, terhitung 23 September 2020. Untuk pengganti antar waktu (PAW) dari dapil Banjarmasin Barat, hampir dipastikan adalah Hj Hariyasisar.

Peraih suara terbanyak ketiga di bawah Darma Sri Handayani ini mengoleksi 1.888 suara di dapil Banjarmasin Barat pada Pemilu 2019. Partai Golkar sendiri pada Pileg 2019 itu mampu merebut dua kursi di dapil ‘panas’ ini dengan menempatkan Hj Ananda bermodal 2.768 suara, disusul Darma Sri Handayani (2.105 suara). Sementara, Hj Ananda sendiri usai ditetapkan sebagai calon Walikota Banjarmasin, otomatis harus menanggalkan predikat ‘wakil rakyat’nya. (vin/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya