Sukses Pembelajaran Era New Normal
Pendidikan Kolaborasi Berbasis Kurikulum Ketahanan Diri

Oleh : Masniah Ani, S.Pd
Guru SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin

Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Terkait pembelajaran dari rumah, Surat Edaran itu menegaskan, bahwa tugas dan aktivitas anak dapat bervariasi antarsiswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar di rumah. Banyak para orang tua mengeluh, karena dalam pembelajaran dari rumah sangat membebankan, karena banyak orang tua yang bekerja dan setelah pulang kerja mereka harus mengurus lagi tugas anak-anak mereka yang harus disetorkan kepada guru. Pembelajaran dari rumah memang harus memerlukan peran orang tua.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Siapkan perangkat pembelajaran (buku, alat tulis, dan media lainnya), Orang tua harus benar–benar menyiapkan perangkat pembelajaran baik itu buku, alat tulis dan media pembelajaran termasuk quota untuk pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19.

Pastikan peserta didik dapat berkomunikasi dengan lancar bersama guru ajak orang tua untuk mendukung proses pembelajaran. Dalam pembelajaran dari rumah orang tua harus bias memastikan agar komunikasi antara siswa dan guru berjalan baik sehingga memudahkan dalam proses belajar mengajar. Siapkan tempat di rumah yang cukup nyaman untuk belajar. Aktif dalam diskusi dengan guru. Orang tua di rumah juga diharapkan menyiapkan tempat yang nyaman sehingga dalam PBM dari rumah bias di serap oleh siswa. Selesaikan tugas dari guru, ajak diskusi orang tua mengumpulkan tugas dan foto pembelajaran (jika ada).

Dalam pembelajaran dari rumah orang tua dan guru harus selalu berkomunikasi agar tugas yang diberkan kepada siswa bias dikumpulkan dengan baik dan tepat waktu. Sampaikan ke guru atau orang tua jika ada kesulitan saat kegiatan belajar tuliskan rencana kegiatan sesudah belajar Pahami jadwal pembelajaran serta tujuan pembelajaran Sementara itu, peran orang tua dalam mendukung peserta didik melakukan belajar dari rumah adalah sebagai berikut : menyepakati cara untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah Mendiskusikan rencana pembelajaran yang inklusif bersama guru sesuai kondisi anak didik; menyiapkan perangkat pembelajaran; memastikan anak didik siap mengikuti pembelajaran; menyiapkan waktu untuk mendukung proses pembelajaran daring Mendorong anak agar aktif selama proses pembelajaran Orang tua/wali memastikan anak mengisi lembar aktivitas sebagai bahan pemantauan belajar harian Mengumpulkan foto lembar aktivitas dan penugasan setiap hari Secara aktif berdiskusi dengan guru terkait tantangan dan kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran daring; memastikan tempat dan fasilitas belajar nyaman.

Berita Lainnya

Covid Kalsel Sudah Lampaui 10 Ribu

1 dari 970
Loading...

Bahwa pada era New Normal, tanggung jawab pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara lembaga pendidikan dan orang tua, maka harus ada sinergi dan kolaborasi dalam bentuk nyata untuk mendukung proses belajar berlangsung sesuai dengan kebutuhan anak, minimal dengan membangun komunikasi yang baik antara guru dan orang tua . Kurikulum ketahanan diri (self control curriculum) suatu kurikulum yang berpusat pada proses tindakan yang dilakukan oleh peserta didik agar memiliki kemampuan untuk mengatur, mengendalikan dan mengarahkan diri untuk melakukan tindakan yang positif.

Orientasi kurikulumnya bukan tentang penguasaan materi saja yang selama ini dilakukan, melainkan lebih berorientasi membangun ekologi sosial yang mengkoneksikan ilmu pengetahuan kebutuhan, ketahanan sikap mental (jiwa), ketahanan sikap sosial ketahanan intelektual (otak) dan ketahanan psikomotorik (tubuh). Ketahanan Spritual membangun pembelajaran berbasis penerapan ibadah (praktek shalat, praktek membaca Alquran, praktek berdoa). Ketahanan sosial membangun pembelajaran berbasis empati di tengah pandemi, misalnya belajar membantu orang tua, menolong mengasuh adik, membantu tetangga yang memerlukan membersihkan lingkungan rumah, berbagi kue bikinan sendiri, berbagi masker yang dibuat sendiri. Ketahanan intelektual membangun pembelajaran berbasis pada pengembangan ketahanan intelektual anak dengan tetap berpusat kepada literasi seperti belajar membuat big book, kumpulan buku pantun, kliping puisi.

Ketahanan psikomotorik membangun pembelajaran berbasis pada pengembangan ketrampilan dan fisik anak dengan pemahaman terhadap protokol kesehatan covid-19 dipadukan dengan permainan tradisional.

Pandemi Covid-19 yang meluas saat ini memang telah membuat pelambatan dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan.

Kebijakan social distancing (penjaga jarak sosial) atau jarak fisik (penjaga jarak fisik) sesuai protokol kewaspadaan Covid 19 telah berjalan dunia pendidikan melaksanakan pembelajaran dalam jaringan atau online. Optimalisasi peran keluarga dan sinergi dengan guru dan kepala sekolah sangat dibutuhkan, dimana tata ulang sekolah kurikulum adaptif dengan literasi, numerasi dan karakter, dengan memanfaatkan lembar kerja produktif, imajinatif, serta terbuka, harus juga dibarengi dengan tata ulang sinergi keluarga, dengan memanfaatkan potensi kurikulum keluarga dimana orang tua menginisiasi membentuk karakter anak bekerjasama secara sederhana sesama anggota keluarga tanpa disuruh.

Orangtua juga dapat meningkatkan literasi anak dengan mengenal huruf, memanfaatkan informasi dari anggota keluarga lainnya dan orangtua dapat memberikan literasi data sederhana dari berbagai sumber yang tersedia, disamping itu orangtua juga dapat meningkatkan numerai anak dengan mengenal angka, bijak memanfaatkan uang saku, serta orang tua mengenalkan rencana masa depan anak.

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya