Bara, Pencetus Laundry Alat Outdoor Pertama di Banjarmasin

Di setiap pertemuan, dosen saya selalu menyampaikan agar jangan terpatok dengan satu kerjaan saja, kalau bisa ada sampingan itu lebih bagus,” ujar Bara.

BANJARMASIN, KP – Dengan memanfaatkan kegiatan hiking dan camping yang sedang hits di kalangan generasi milenial saat ini, seorang pemuda di Banjarmasin memilih untuk membuka usaha ‘laundry outdoor’.

Usaha besutan Alam Barawana Azhar ini menjual jasanya di bidang pencucian alat-alat outdoor yang digunakan dalam kegiatan-kegiatan outdoor

“Alat-alat yang sering dicuci di sini seperti tenda, sepatu, tas carrier dan peralatan lainnya yang digunakan saat mendaki gunung maupun camping di tempat-tempat wisata,” ucapnya saat ditemui Kalimantan Post di rumahnya, Senin (5/10) siang.

Menurut anggota Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam dan Budaya (IMPAS-B) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (FKIP ULM) Banjarmasin ini, ide untuk membuka jasa cuci miliknya itu berawal saat ia masuk kuliah jurusan Manajemen Bisnis di salah satu perguruan tinggi di Kota Banjarmasin.

Pemuda dengan sapaan Bara itu mengaku seakan terhipnotis dengan mata kuliah Pengantar Bisnis yang ia dapat sewaktu masih duduk di semester 1. Selama mengikuti pembelajaran, dosen yang mengajar selalu memotivasi mahasiswanya agar memiliki usaha sampingan sembari menjalani masa perkuliahan.

“Di setiap pertemuan, dosen saya selalu menyampaikan agar jangan terpatok dengan satu kerjaan saja, kalau bisa ada sampingan itu lebih bagus,” ujar Bara.

Selain itu, Bara melanjutkan, dosen tersebut selalu mencontohkan usaha sampingan dalam bentuk laundry. Maka dari situlah ada keinginan untuk membangun usaha sendiri.

“Setelah pikir-pikir mau buka usaha apa, yang terlintas di pikiran saya laundry,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 482

Jasa cuci milik Bara ini berbeda dari usaha laundy lainnya. Ia memilih untuk laundry perlengkapan outdoor dengan nama @kdua_laundry.

Bara mengaku ide tersebut ada lantaran sebelumnya terinspirasi karena basicnya yang suka kelapangan dan seorang pencinta alam, dari situlah dia mencoba membuka usaha tersebut.

“Di Banjarmasin belum ada yang buka laundry peralatan outdoor,” tukasnya.

Bisa di lihat banyak orang yang beraktifitas di lapangan yang saat ini lagi tren anak muda. Baik dari kaum laki-laki maupun perempuan mereka pasti memiliki barang l-barang outdoor.

Bisnis ini pun ia jalankan sejak awal tahun 2018 Di Jalan Purnasakti, Jalur 11, Komplek Purnamasari RT. 35 RW.03 Blok B No.12 Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang juga merupakan tempatnya tinggalnya.

Bara membeberkan, modal awal merintis usaha ini tidak terlalu memberatkan karena untuk membeli sabun, sikat khusus, dan peralatan lainnya tidak sampai menguras tabungannya. Sehingga tarif harga yang di patoknya masih terjangkau.

“Tarif jasa cuci ini mulai dari 15 ribu hingga 35 ribu. Tergantung jenis barang outdoornya, seperti Tenda, Jaket, Sepatu, Kantong Tidur, pokoknya perlengkapan Outdoor,” kata pemuda yang saat ini duduk semester 5 ini.

Kendati demikian, ia menceritakan sempat terbersit sedikit rasa jenuh terhadap pelanggannya. Dalam menjalankan bisnis ini terkadang konsumen menganggap jasa ini bisa mengubah yang rusak menjadi seperti baru lagi. “Padahal hanya dilakukan perawatan dengan perlakuan dan bahan-bahan khusus,” bebernya.

Oleh karena itu, cara mencuci di tempatnya, tidak direndam atau disikat dengan sikat baju. Bahkan, tidak dijemur di bawah sinar matahari. “Hanya diangin-anginkan saja,” imbuhnya.

Bara juga menambahkan, Masalah yang sering terjadi pada bisnis ini, hanyalah perihal bagaimana kita bisa menjaga kualitas layanan dengan waktu yang singkat. (zak/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya