Ormas Kalteng Tolak Anarkisme dan Berita Hoax

Penolakan anarkisme dan berita hoax, ditandai dengan Pawai Keberagaman dan Deklarasi Damai. Ormas yang terlibat antara lain PBB Banama Kalteng dan Fordayak Kalteng, dan Paguyuban, serta komponen lainnya.

PALANGKA RAYA, KP — Untuk menciptakan situasi damai dan menjaga Bumi Tambun Bungai bebas dari Hoax dan Anarkisme, gabungan Ormas menggelar pawai damai, Rabu (14/10).

Ormas yang terlibat mulai PBB Banama Kalteng dan Fordayak Kalteng, dan Paguyuban, serta komponen lainnya. Kegiatan Pawai Keberagaman dan Deklarasi Damai terpusat di Monumen Tugu Soekarno, Jalan S Parman, Kota Palangka Raya.

Sedikitnya diikuti oleh sebanyak 26 ormas dan paguyuban, yang ada di wilayah Kalimantan Tengah. Selain itu, pada kegiatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Damai Masyarakat Kalimantan Tengah, yang isinya ada 3 (tiga) poin deklarasi.

Pertama, “Kami masyarakat Kalimantan Tengah Menjunjung Tinggi Kedamaian dan Ketentraman di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila”.

Kedua “Kami masyarakat Kalimantan Tengah menolak anarkisme, menolak intoleran, dan menolak vandalisme di Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila”.

Berita Lainnya
1 dari 305

Terakhir “Kami masyarakat Kalimantan Tengah menjunjung tinggi kebersamaan persatuan dan kesatuan di dalam Huma Betang”. Kegiatan juga diisi dengan sejumlah pertunjukan, dari masing-masing paguyuban dan ormas yang hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.

Untuk tema yang diusung, “Menjaga kondusifitas Huma Betang dalam Bingkai NKRI dan Menolak Keras Bentuk Anarkisme dan Vandalisme,’.

Ketua Umum FORDAYAK Kalimantan Tengah, Bambang Irawan selaku Koordinator Aksi Damai mengutarakan bahwa keiatan ini sebenarnya merupakan inisiatif bersama, untuk menggelar sebuah kegiatan deklarasi damai.

Aksi bertujuan, untuk menangkal berbagai upaya, dari berbagai pihak yang secara sengaja menciptakan kondisi tidak damai, dan membuat perpecahan di Indonesia, termasuk pula di wilayah Kalimantan Tengah, Bumi Tambun Bungai Bumi Pancasila, terangnya.

Terciptanya situasi damai dan aman, sangat dibutuhkan menjelang pelaksanaan PILKADA tahun 2020, pada tanggal 9 Desember mendatang.

Dijelaskan Kalimantan Tengah, yang memiliki Palsafah Huma Betang, tentunya sangat menjunjung tinggi adanya perbedaan suku agama dan golongan. Oleh sebab itu, kami pun sangat menolak, jika ada pihak-pihak yang akan melakukan upaya untuk memecahbelahkan persatuan dan kesatuan yang telah terjalin selama ini.

Kepala Kesbangpol Kalteng mengajak seluruh elemen masyarakat Kalimantan Tengah, bersama-sama menjaga situasi damai di wilayah Kalimantan Tengah, yakni dengan tetap menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, dan menjaga kerukunan antar suku agama dan golongan, jangan mau termakan oleh sejumlah isu Hoax dan tindakan anarkisme. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya