Banyak Dapat Penghargaan, Begini Cara Sang Petahana Layani Aduan Masyarakat

Banjarmasin, KP – Berbagai upaya dan reformasi birokrasi telah dilakukan Sang Petahana, Ibnu Sina di era Baiman I termasuk juga meningkatkan kemampuan dan menjadikan sarana atau institusi khusus yang terkait dengan pengaduan masyarakat dengan program E-lapor.

Berbagai prestasi pun telah diterima dirinya salah satunya pemberian penghargaan Wali Kota terbaik 2019. Melalui penghargaan ini Ibnu mendapat pengakuan dari pemerintah sebagai pemimpin yang berpengaruh besar memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Kota yang dipimpinnya yaitu Banjarmasin.

Kemajuan tersebut juga terjadi pada layanan pengaduan masyarakat. E-lapor yang ada di kota ini, disampaikan Ibnu termasuk tiga terbaik yang dimiliki Indonesia yakni yang berada di Banjarmasin, Bandung dan Semarang dan telah mendapatkan apresiasi setiap tahunnya.

Kemudian termasuk juga apresiasi saat bekerjasama dari sebuah lembaga independen di Amerika Serikat yang bergerak di bidang pengaduan masyarakat (USAID CEGAH), Kantor Staf Presiden (KSP), Ombudsman RI, Kemenpan RB, dan Kemendagri.

Apresiasi diberikan kepada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina untuk mendapatkan reward berupa studi ke Amerika Serikat sekaligus dirinya didapuk menjadi narsum dari tiga narsum di KBRI di Washington DC untuk berbagi dan bercerita dengan warga Indonesia di sana bagaimana upaya-upaya public complaint atau keluhan masyarakat ditindaklanjuti dengan program e-lapor.

Berita Lainnya
1 dari 1.962

Dalam kesempatan tersebut sekaligus juga belajar tentang public complain di beberapa negara di AS terutama di New York City, New Jersey termasuk ke Maryland untuk mempelajari, bagaimana menjadikan public complain menjadi salah satu usulan menaikkan Eselon termasuk juga status pejabat yang mengelola pengaduan itu harus setingkat Eselon III a atau III b paling tidak kabid atau dalam bentuk kabag pengaduan.

“Kami berterimakasih atas kesempatan yang telah diberikan. Apresiasi ini secara resmi diberikan Kemenpan RB,” ujarnya.

Setiap tahun e-lapor Kota Banjarmasin mendapat pengaduan yang cukup banyak dan standarnya kata Ibnu dapat dipenuhi.

Misal ketika ada laporan masuk di e-lapor standarnya 5 hari, satu setengah hari sudah ditindaklanjuti SKPD terkait.

Kemudian penanganan standarnya 15 hari, rata-rata dibawah lima hari yakni tiga setengah hari sudah ditindaklanjuti baik melalui jalur pengaduan yang ada di e-lapor, program smart city termasuk juga kanal-kanal di medsos.

Ini semua dapat dijalankan dengan komunikasi dan kerjasama yang baik dengan SKPD yang menangani aduan masyarakat sehingga tercipta harmonisasi yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya