Berpihak ke UMKM, Tarif Tunggal Bea Materai Disosialisasikan

Martapura, KP – Pada talkshow Radio Suara Banjar, Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Martapura Heri Sukoco menjadi narasumber dengan tema ”Bea Materai”, Selasa (17/11).

”Sudah disahkan UU Bea Materai baru, yakni UU No 10 tahun 2020 menggantikan UU lama yang sudah berjalan selama 35 tahun,” katanya pada program radio FM milik Diskominfostandi Banjar tersebut.

Dijelaskannya, peraturan perundangan Bea Materai yang baru ini akan diberlakukan 1 Januari 2021 dan merupakan wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat luas dan pelaku UMKM dengan tarif relatif lebih rendah dan terjangkau.

”Serta kenaikan batas nominal nilai uang pada dokumen lebih dari 1 juta menjadi lebih dari 5 juta,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 415

Dijelaskannya, jika sebelumnya ada 2 jenis tarif Bea Materai, yakni 3000 dan 6000, sekarang hanya ada satu jenis tarif, yaitu sebesar Rp10.000. Pihaknya pun terus melakukan sosialisasi, karena masyarakat sudah terbiasa dengan Bea Materai terdahulu. Menurutnya, kebijakan pemerintah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat.

”Kalau sebelumnya banyak menggunakan materai pada dokumen, kali ini hanya pada nominal diatas 5 juta saja menggunakan materai Rp10.000,” katanya.

Heri Sukoco yang didampingi Staf Penyuluh KP2KP Martapura Dhea juga menjelaskan jenis-jenis materai, yaitu Materai Tempel adalah materai yang banyak beredar di masyarakat, kemudian Materai Elektronik yang merupakan materai yang memiliki kode unik dan keterangan tertentu yang diatur dengan Peraturan Menteri.

”Kemudian materai dalam bentuk lain, yakni materai yang dibuat dengan menggunakan mesin teraan Meterai Digital,” jelasnya. (Wan/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya