Internasionalisasi Layanan Kesehatan

Oleh : Siti Rahmah, S.Pd
Pemerhati Masalah Sosial

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sejumlah rumah sakit (RS) asing akan masuk ke tanah air. Mereka berasal dari Australia hingga Singpura. Pemerintah setuju untuk membuka Rumah Sakit Internasional di Bali, Jakarta dan juga di daerah Medan. Dengan dalil agar rakyat berobat dalam negeri sehingga dapat mengurangi devisa agar kualitas dokter dan rumah sakit semakin membaik.

Menurut Luhut, lewat wisata medis ini nantinya pemerintah ingin Indonesia melakukan diversifikasi ekonomi, menarik investasi luar negeri, penyediaan lapangan pekerjaan, pembangunan industry layanan kesehatan kesehatan di Indonesia, serta menahan laju layanan kesehatan serta devisa kita agar tidak mengalir ke Negara-negara yang lebih sejahtera. Hali ini di iringi rencana pemerintah untuk memperbolehkan dan mengizinkan dokter asing lebih banyak di Indonesia.

Dalam sistem demokrasi nyatalah bahwa layanan kesehatan adalah ladang bisnis yang dikomersialkan. Perdagangan barang dan jasa yang terjadi di sector kesehatan adalah masuknya investasi dan perusahaan milik asing beroperasi di sebuah Negara. Keuntungan bagi perusahaan-perusahaan ini tentu saja adalah dapat mendekatkan langsung produksi dengan konsumen serta dapat memanfaatkan perbedaan harga factor produksi dilakukan di Negara-negara dunia ketiga.

Salah satu komoditas ekonomi yang tidak lepas dari pengaruh perdagangan antarnegara dan globalisasi adalah layanan kesehatan. Ketika banyak rumah sakit asing atau tenaga medis asing yang masuk ke negeri ini ada bahaya besar yang akan di alami Negara ini.

Peran SDM lokal akan tergerus dan terpinggirkan karena SDM lokal akan tergantikan oleh tenaga asing. Selain itu, biaya kesehatan akan semakin mahal karena mengikuti standar internasional. Program internasionalisasi layanan kesehatan adalah hilangnya kendali Negara terhadap kualitas layanan kesehatan, yang mendominasi nantinya bisa dipastikan adalah perusahaan asing beserta tenaga medis yang pro dengan kepentingan asing.

Negara akan hilang kendali akan kualitas kesehatan. Karena yang mendominasi adalah perusahaan asing, tenaga medis yang pro dengan kepentingan asing. Negara tidak berfungsi sebagai penjamin kebutuhan rakyat. Negara hanya perantara bagi penyedia layanan kesehatan untuk dijual. Layanan kesehatan menjadi diskriminatif, bukan lagi menjadi hak bagi setiap orang.

Islam menjamin layanan kesehatan berkualitas bagi manusia. Pelayanan kesehatan telah ditetapkan Allah SWT sebagai kebutuhan pokok public yaitu sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW, “Siapa saja yang ketika memasuki pagi hari mendapati keadaan aman kelompoknya, sehat badannya, memiliki bahan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya”. (HR Bukhari). Pemerintah telah diperintahkan Allah SWT sebagai pihak yang bertanggung jawab langsung dalam pemenuhan pelayanan kesehatan. Ini ditunjukkan oleh perbuatan Rasulullah SAW, ketika beliau dihadiahi seorang dokter, dokter tersebut di manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kaum muslimin.

Pelayanan kesehatan ditetapkan Allah SWT sebagai jasa sosial secara totalitas. Mulai dari jasa dokter, obat-obatan, penggunaan peralatan medis, pemeriksaan penunjang hingga saran dan prasarana yang dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai prinsip etika dalam Islam.

Pemerintah telah diamanahkan Allah SWT sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh menjamin pemenuhan kebutuhan pelayana kesehatan setiap individu masyarakat, diberikan secara cuma-cuma dengan kualitas terbaik bagi setiap individu masyarakat, tidak hanya bagi yang miskin tapi juga yang kaya, apa pun warna kulit dan agamanya.

Sehubung dengan itu, pemerintah bertanggung jawab penuh terwujudnya jaminan setiap orang terhadap pembiayaan kesehatan, penyediaan, penyelenggaraan pendidikan SDM kesehatan, penyedia peralatan kedokteran, obat-obatan dan teknologi terkini, sarana dan prasarana lainnya yang penting bagi terselenggaranya pelayanan kesehatan terbaik, seperti listri, transportasi dan air bersih dan tata kelola keseluruhannya.

Berita Lainnya
1 dari 202

Artinya pemerintah tidak hanya sebatas berfungsi sebagai regulator dan fasilisator tetapi fungsi dan tanggung jawab lainnya seperti penyelenggaraan atau pelaksanaan harus Negara yang melakukannya.

Tugas penting dan mulia ini ditegaskan Rasulullah, “Imam (Khalifah) yang menjadi pemimpin manusia, adalah (laksana) penggembala. Dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap (urusan) rakyatnya”. (HR. Al-Bukhari).

Banyaknya rumah sakit asing dan tenaga medis asing yang masuk dalam wilayah Negara pasti berujung pada kelalaian pemerintah dalam menjalankan tanggung jawabnya, yang hal tersebut merupakan perbuatan tercela.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak beriman orang yang tidak bisa menjaga amanah yang dibebankan padanya. Dan tidak beragama orang yang tidak menepati janjinya”. (HR Ahmad bin Hambal)

Konsep kendali mutu jaminan kesehatan dalam Islam berpedoman pada tiga strategi utama, yaitu administrasi yang sederhana, segera dalam pelaksanaan dan dilaksanakan oleh personal yang kapabel. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan berbuat ihsan atas segala sesuatu”. (HR Muslim)

Pelayanan kesehatan dalam Islam memenuhi kriteria pertama berkualitas yaitu memiliki standar pelayanan yang teruji, lagi selaras dengan prinsip etika kedokteran Islam. Kedua, individu pelaksana, seperti SDM kesehatan selain kompeten di bidangnya juga seorang yang amanah. Ketiga, tersedia dan lokasi kesehatan mudah dicapai. Tersedia semua jenis kesehatan yang dibutuhkan masyarakat mudah dipeoleh dan selalu tersedia serta lokasi yang mudah yang dicapai tidak ada lagi hambatan geografis. Dengan sejumlah kriteria tadi, Negara harus benar-benar akan memberikan gaji yang pantas bagi para SDM kesehatan.

Sistem kehidupan Islam secara keseluruhan, mulai dari sistem ekonomi Islam, pendidikan Islam, pergaulan Islam hingga pemerintahan Islam terintegral dengan baik dan bersifat konstruktif terhadap upaya promotif preventif.

Hasilnya akan terwujud masyarakat dengan pola emosi, makan, aktivitas, lingkungan bahkan kebersihan dan perilaku seks yang sehat, sehingga membentuk masyarakat yang sehat fisik maupun pemikirannya.

Sistem kehidupan seperti ini tidak akan ditemui dalam sistem kehidupan kapitalisme sekularisme apalagi sosialisme komunis.

Sebagaimana kata Imam Ghazali, agama penyangga dan politik (penguasa) sebagai penjaga. Agama saja tanpa negara tidak akan aman dan sejahtera. Negara tanpa agama akan membuat negara rapuh dan tanpa arah.

Demikianlah gambaran layanan kesehatan dalam sistem Islam yang sungguh-sungguh mengurusi rakyat, independen dari dominasi pihak asing, serta membawa keberkahan dan rahmat bagi semesta alam. Wallahu a’alam bish- shawwab.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya