Merebut Suara Milenial di Kontestasi Pilgub Kalteng 2020

Oleh : Revorlin Telaumbanua, S.IP, MA
Dosen Ilmu Pemerintahan FISIP UPR

Peran anak muda pada setiap kontestasi politik di Indonesia sudah tidak diragukan lagi, bahkan anak muda dijadikan sebagai representasi untuk menarik simpati dan dukungan di kalangan masyarakat luas. Anak muda dianggap mampu menjadi kekuatan dalam setiap tim pemenangan maupun oleh pasangan  calon. Bahkan beberapa kepala daerah maupun anggota legislatif adalah anak-anak muda atau yang kita kenal saat ini dengan istilah milenial.

Pada kontestasi Pilkada di Kalimantan Tengah, peran anak muda juga sangat terlihat besar di mana sebagian tim-tim pemenangan dari calon Kalimantan Tengah diisi oleh kelompok-kelompok anak muda Kalimantan Tengah yang usianya paling tinggi 40 tahun. Suara anak muda atau partisipasi anak muda menjadi warna baru dalam perpolitikan di Kalimantan Tengah yang turut serta menyukseskan pemilihan kepala daerah pada 9 Desember mendatang.

Pasangan calon  Ben Ujang dan Sigianto Edi telah menyiapkan kader-kader mudanya untuk menarik simpati masyarakat luas dan bahkan menarik simpati anak muda itu sendiri. Anak muda menjadi penyemangat baru untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah pada kontestasi pemilu kali ini. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah: Apakah anak muda mampu meraup suara representasi milenial pada kontestasi pilgub Kalimantan Tengah tahun 2020?

Kelompok milenial Kalteng pada kontestasi pilgub tahun 2020 ini terbagi menjadi dua kubu. Kubu paslon nomor 1 dan ada juga yang mengikuti paslon nomor 2. Kekuatan pengaruh anak muda untuk merebut suara milenial memang tak boleh diragukan karena anak muda mempunyai kekuatan baik dalam segi fisik maupun dalam segi pikiran. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah sejatinya harus memberikan panggung tersendiri untuk memberikan warna perpolitikan di Kalimantan Tengah kepada anak muda untuk memberikan contoh perpolitikan yang baik dan saling menghargai.

Berita Lainnya
1 dari 177

Meskipun kehadiran anak muda di kancah perpolitikan Kalimantan Tengah tidak bisa menjamin bahwa calon tersebut akan meraih suara milenial, tetapi menurut saya anak muda juga memiliki pengetahuan yang jernih untuk memilih pemimpin yang menurutnya baik untuk Kalimantan Tengah baik pasangan nomor 1 maupun pasangan nomor 2.

Kehadiran anak muda di perpolitikan Kalimantan Tengah juga tidak menjamin bahwa pasangan calon tersebut menang atau tidak, tapi yang harus diperhatikan adalah Kalimantan Tengah harus melibatkan berbagai tokoh untuk meraih suara pada kontestasi politik tahun 2020. Tokoh yang saya maksud adalah orang-orang tua yang memiliki pengikut atau pendukung yang bisa mengikuti apa yang diinginkan oleh tokoh tersebut untuk mendukung salah satu paslon.

Merebut  suara milenial memang penting pada kontestasi Pilgub tahun 2020, tetapi menurut saya lebih penting lagi adalah pasangan calon  gubernur dan wakil gubernur harus melakukan pendekatan secara ketokohan. Seperti kepada tokoh-tokoh Dayak di Kalimantan Tengah untuk mendukung pasangan calon tertentu. Artinya, calon gubernur harus sowan atau silaturahmi ke berbagai tokoh di Kalimantan Tengah untuk meraup suara suara masyarakat yang masih belum menentukan pilihan.  

Jika pasangan calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub tahun 2020 menyasar kelompok anak muda, maka harus memiliki visi misi yang jelas terhadap arah anak muda Kalteng ke depan. Selain itu itu anak muda juga harus diberi ruang untuk menyalurkan kreativitasnya dan idealismenya dalam kontestasi pilgub Kalteng di tahun 2020 ini. Acapkali saya dengar, bahwa anak muda sering mengeluarkan statement: politik sementara persaudaraan selamanya. Karena yang menjadi tim  pemenangan milenial pasangan calon gubernur Kalimantan Tengah tahun 2020 ini merupakan teman sejawat, artinya anak muda harus diberi ruang untuk memahami kedewasaan politik meski berbeda pilihan dan tidak menjadi sebuah perdebatan yang membuat perpecahan di publik. 

Kreativitas anak muda yang telah dilakukan selama ini juga sudah mengikuti perkembangan zaman, ada yang melakukan apanya di sosial media dengan menggunakan berbagai platform media sosial seperti, Facebook, WhatsApp dan lain-lain. Ini merupakan bentuk kreativitas anak muda untuk mengembangkan diri dalam bidang perpolitikan. Namun, di sisi lain anak muda juga harus tetap menjaga marwah serta idealismenya untuk Pilkada Kalteng tahun 2020 ini. Anak muda merupakan kelompok kekuatan pada kontestasi politik Kalimantan Tengah. 

Maka dari itu, salah satu upaya untuk memenangkan pasangan di Kalimantan Tengah adalah dengan mencari dukungan dari anak muda dan tokoh-tokoh penting di masyarakat, keduanya harus beriringan bersama. Karena anak muda tidak boleh menyingkirkan peran orang tua untuk memberikan saran kepada pasangan calon yang diusung, demikian juga orang tua tidak boleh menganggap remeh kekuatan anak muda.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya