Simak, Cara Sinkronisasi Tata Ruang Kota dengan Provinsi hingga Nasional ala Ibnu-Arifin

Banjarmasin, KP – Sinkronisasi penataan ruang Kota Banjarmasin dengan Provinsi dan Nasional menjadi pertanyaan untuk Paslon nomor urut 2 dalam debat yang digelar pada selasa (10/11) malam.

Menjawab hal itu, paslon dengan tagline Banjarmasin Baiman itu pun memaparkan program yang telah dilaksanakan.

Bersama eks Kadis PUPR Banjarmasin, Arifin Noor, Ibnu Sina menjelaskan, bahwa pihaknya telah melakukan sinkronisasi penataan ruang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sedang menjalankan tugas merancang perubahan tata ruang Kota Banjarmasin.

Bahkan, saat ini sebagai payung hukum, Perdanya sedang digodok DPRD Banjarmasin.

Adapun dalam 20 langkah perubahan tata ruang yang dicanangkan sudah 19 langkah yang terealisasi di era Baiman I.

Baginya, hal tersenut mengartikan satu langkah lagi untuk menyempurnakan tata ruang di Kota ini.

“Sehingga kami mengetahui betul bagaimana cara menata ruang Kota Banjarmasin kedepan. Inilah yang akan menjadi panduan kita dan diakomodir dalam perda tentang perubahan tata ruang,” terang Ibnu Sina.

Berita Lainnya
1 dari 1.859

Ia melanjutkan, penataan dalam ruang darat, laut, udara dan lainnya itu benar-benar bisa diarahkan agar bisa maksimal menjadikan potensi kota sungai ini sebagai salah satu andalan nasional dalam bentuk kawasan strategis nasional Banjar Bakula.

Kawasan Banjar Bakula yang meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Batola memiliki satu kesatuan perencanaan pembangunan.

Soal transportasi misalnya, tidak bisa hanya Banjarmasin saja, namun juga melibatkan kawasan Banjar Bakula lainnya.

“Kawasan yang direncanakan menjadi satu kesatuan perencanaan,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Calon Wali Kota Arifin Noor mepaparkan, keselarasan tata ruang Kota Banjarmasin tidak terlepas dari RTRW provinsi maupun nasional sehingga perlunya memperhatikan dan memuat kawasan Banjar Bakula lainnya.

Disamping tata ruang untuk infrastruktur, program Baiman juga memperhatikan pendukungnya dengan dibukanya kawasan-kawasan usaha ekonomi dan keamanan seperti memberikan ruang untuk pangkalan TNI angkatan laut dan akan membuat pelabuhan trisakti baru di daerah Mantuil.

Menurutnya, hal itu merupakan rekomendasi yang sudah bersesuaian dengan tata ruang provinsi maupun nasional.

“Ini menjadi satu strategi kita agar perekonomian di Banjarmasin sehingga zona-zona usaha baik dari pembangunan pelabuhan kegiatan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur lainnya akan menjadi kekuatan yang besar mendatangkan perekonomian yang baik bagi masyarakat,” pungkasnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya