KPU Kalsel Targetkan 79 Persen Pemilih di Pilkada



BANJARAMSIN, KP – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) menargetkan 79 persen partisipasi pemilih pada Pilkada Kalimantan Selatan ( Kalsel).
Ketua KPU Kalsel, Sarmuji mengatakan, target partisipasi pemilih itu sebenarnya sulit tercapai karena pemilihan dilakukan pada masa pandemi.
“Target kita enggak muluk-muluk juga, yaitu 79 persen, tetapi di tengah suasana pandemi Covid-19 ya kita tetap berusaha maksimal,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Senin (30/11/2020) usai melakukan edukasi pemilih pemula yang diselenggarakan Kesbangpol Kalsel.
Selain target 79 pemilih yang berpartisipasi, KPU Kalsel kata Sarmuji juga menargetkan partisipasi pemilih pemula sebesar 2 persen. “Pemilih pemula itu kita target 1 hingga 2 persen, atau sekitar 200.000 lebih,” jelasnya.
Bahkan demi terealisasinya target tersebut, KPU Kalsel hingga saat ini gencar menyosialisasi pencoblosan. Termasuk, menyosialisasikan protokol kesehatan saat pemilih berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
“Kita juga sampaikan ke pemilih bahwa jika ke TPS pakailah masker dan tetap mengatur jarak antar pemilih,” tambahnya.
Jika dalam pelaksanaannya nanti ada pemilih yang tidak menggunakan masker, maka petugas di TPS wajib memberikan masker agar hak pilih pemilih tetap bisa disalurkan. “Di TPS tetap kita sediakan masker tetapi tidak 100 persen kita sediakan,” katanya.
Ia juga mengatakan tak lama lagi, pemilihan kepala daerah akan dilaksanakan. Untuk itu, Kesbangpol kota Banjarmasin terus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar menjadi pemilih yang pintar.
Kesbangpol kali ini sengaja mengundang pemilih Pemula dari perwakilan mahasiswa perguruan tinggi di Kalsel, ujat Kabid Pemilu Drs H Khairul Saleh mengharapkan kaum milenial tersebut, diharapkan bisa memberikan pengetahuan politik akan hak pilihnya di pilkada Desember nanti.
Ia menjelaskan sosialisasi tersebut sangat penting diberikan terhadap kaum milenial, agar bisa nenjadi pemilih yang cerdas dan memanfaatkan hak pilihnya dengan baik. “Karena banyak ketidaktahuan para pemilih pemula tentang pilkada nantinya, sehingga penting dilakukan edukasi tentang pendidikan politik, “paparnya.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel Drs H Heriansyah MSI mengatakan pemilih pemula, banyak tidak tahu akan hak pilihnya terutama pada Pilkada 9 Desember. Padahal kita ingin haknya digunakan dengan baik sebab pilihannya tersebut dapat menentukan kemajuan kota seribu sungai tersebut selama lima tahun mendatang.
Dengan menentukan salah satu pilihannya tanpa harus mendapatkan instruksi dari orang lain, namun memang benar benar atas keinginan mereka.  “Agar mereka menentukan hak pilihnya sesuai hati nurani mereka,” imbuhnya.
Dijelaskannya,  sesuai pasal 187 UU no 10 tahun 2016 bahwa bila ada orang yang mengajak, dan memberi atau memaksa berupa materi untuk memilih salah satu calon maka akan mendapatkan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda satu miliyar rupiah.
Untuk itu pendidikkan politik ini sangat penting bagi mereka, sebagai pengetahuan bahwa setiap warga negara berhak menentukan pilihannya tak terkecuali bagi pemilih pemula. “Ini perlu disampaikan terhadap mereka akan aturan dalam menentukan hak pilih nantinya,” tutupnya.
Bem ULM Ahdiat Zairullah mengapresiasi dengan diselenggarakannya kegiatan edukasi pemilih pemula dari kalangan mahasiswa dan akan mendorong pencapaian suara dalam Pilkada 9 Desember nanti, menjadi tahu akan hak sebagai warga negara meski diselngerakan di tengah Pandemi ini.(vin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya