Ketua DPRD Kalsel Pastikan Korban Banjir Dapat Bantuan

Berita Lainnya
1 dari 2.431

Banjarmasin, KP – Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK memastikan korban terdampak musibah banjir di Kalsel mendapatkan bantuan sesuai kerusakan yang dialaminya.
“Kita sejak beberapa hari lalu turun ke lapangan untuk membantu masyaraka yang terdampak banjir,” kata Supian HK kepada wartawan, Selasa (26/1/2021), di Banjarmasin.
Untuk itu, Supian HK berterima kasih kepada semua pihak yang turun langsung ke lapangan untuk membantu masyarakat, baik TNI Polri, relawan, organisasi kemasyarakatan dan lainnya.
“Terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat langsung untuk membuat masyarakat,” tambah politisi Partai Golkar.
Supian HK mengatakan, bagi masyarakat yang terdampak langsung, pemerintah pusat melakukan pendataan terhadap kerusakan tempat tinggal.
“Bagi rumah yang rusak berat akan mendapatkan bantuan Rp50 juta, setengah rusak R 25 juta, sedangkan terdampak Rp10 juta,” ujar Supian HK.
Selain itu, masyarakat yang terdampak bencana banjir Kalsel, pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan mencapai Rp500 juta dan Pemprov Kalsel sebesar Rp500 juta.
“Banyak juga bantuan yang belum didistribusikan, semoga dapat disalurkan kepada masyarakat yang berhak,” ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel VI, meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Tabalong.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial, jangan pernah menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya.
“Harap menahan dirilah dalam menggunakan sosial media, apalagi opini yang merugikan,” kata Supian HK.
Sementara itu, pihaknya telah melakukan berbagai macam upaya dalam menyelesaikan permasalah banjir Kalsel yang dirasakan. Salah satunya dengan pengerukan sungai yang mengalami pendangkalan, sehingga aliran air semakin lancar, dan tidak terjadi pengendapan.
“Normalisasi sungai-sungai yang dangkal, lebih khusus sungai Martapura, agar siap siaga menhadapi banjir,” bebernya.
Supian HK juga menyoroti pembangunan rumah di wilayah Kota Banjarmasin, yang tidak menerapkan sistem panggung, sehingga air tidak dapat mengalir. “IMB di Kota Banjarmasin harus sesuai dengan aturan,” jelas Supian HK.
Supian HK menambahkan, pengerukan sungai maupun pembuatan sungai baru yang dilakukan di kawasan Danau Panggang mampu mengurangi air yang biasa merendam kawasan tersebut.
“Buktinya warga yang menjadi langganan banjir di kawasan tersebut tidak terkena banjir lagi, walaupun curah hujan tinggi, dengan lancarnya aliran air sungai,” ungkapnya. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya