Video Penganiayaan Remaja Putri Viral

motif penganiayaan tersebut disebabkan korban menolak ‘dijual’ untuk melayani pria hidung belang

BANJARMASIN, KP – Video penganiayaan yang melibatkan dua perempuan terhadap remaja putri diduga terjadi di salah satu kamar hotel di Banjarmasin viral di media sosial.

Terkait video berdurasi 29 detik ini, pihak kepolisian dari Satuan Reskrim Polresta Banjarmasin ‘turun tangan’.

Saat dikonfirmasi Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi membenarkan hal tersebut.

“Ya memang benar, kasusnya sudah ditangani oleh pihak kepolisian,” jelas Kasat, Kamis (28/1/2021).

Di ungkapkan Alfian dalam video yang beredar ada tiga pelaku yang diduga terlibat dan dua orang diantaranya sudah diamankan.

“Dua dari tiga pelaku sudah di amankan dan satunya dalam pengejaran petugas,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi, kedua perempuan, pelaku penganiayaan dalam video adalah warga di sekitar kawasan Pasar Binjai Kelayan A Banjarmasin.

Dimana, waktu kejadian dalam video diperkirakan Sabtu Malam di sebuah kamar hotel diBanjarmasin.

Dalam video itu, dua orang perempuan memukul dan menendang gadis yang hanya menggunakan baju daster. Posisi korban dalam keadaan tersandar di dinding kamar hotel sambil menangis kesakitan akibat pukulan dan tendangan yang bertubi-tubi yang dilakukan pelaku.

Dikutip dari apahabar.com, motif penganiayaan tersebut disebabkan korban menolak ‘dijual’ untuk melayani pria hidung belang. Penganiayaan juga dipicu soal baju hingga cemburu soal lelaki.

Berita Lainnya

Operasi Yustisi PPKM di Kafe dan Rumah Makan

2 Ons Lebih Shabu Disita dari Dua Pengedar

1 dari 1.403

Korban berinisial AN (17) menceritakan, baru beberapa bulan kenal dengan tiga pelaku, yakni AM, warga Teluk Tiram, Banjarmasin Barat, AIS, warga kawasan Pasar Binjai, Banjarmasin Selatan dan FIT warga Antasan Raden, Banjarmasin Barat.

“Malam itu memang ada beberapa pria mendatangi kamar saya, tapi saya bilang mungkin Anda salah kamar. Mungkin itu yang membuat si AM kesal sama saya,” katanya.

Kronologis pemukulan berawal ketika AN berniat untuk menginap dan mendatangi para pelaku hendak kumpul-kumpul di homestay tersebut.

“Saya menginap sendiri di kamar lantai dua, sementara mereka (pelaku) di lantai tiga,” katanya.

Singkat cerita, para pelaku mendatangi kamar AN dan memukulinya.

“Kejadian itu disaksikan seorang pria RI, teman pelaku AM,” ujarnya.

Sesudah puas melakukan pemukulan, pelaku pergi. Dan korban tidak mengetahui aksi penganiyaan itu divideo.

“HP saya diambil dan diancam untuk tidak memberitahukan ke siapa pun,” kata AN.

AN menuturkan sebelum melaporkan kasus itu, pihaknya berniat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Tapi, para pelaku malah menghilang.

“Jadi keluarga memutuskan untuk melapor ke polisi,” katanya.

AN sendiri kini masih trauma. Meski luka di luar tubuhnya sudah mulai memudar, namun ia masih ketakutan kalau-kalau bertemu pelaku.

“Saya juga masih sulit makan. Saya takut jika para pelaku dibiarkan berkeliaran bebas akan kembali mendatangi saya,” ujarnya. (yul/net/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya