Dewan Pastikan Kawal Program Normalisasi Sungai

Isnaeni sangat mengapresiasi kinerja tim normalisasi sungai karena sudah bekerja cepat mengambil tindakan dengan membongkar sejumlah bangunan yang menutup aliran sungai dan drainase

BANJARMASIN, KP – DPRD Kota Banjarmasin siap jadi garda terdepan dalam mengawal program normalisasi sungai yang kini digencarkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Isnaini mengatakan, bahwa dewan sangatlah mendukung kebijakan pihak Pemkot yang melaksanakan normalisasi sungai dengan cara mem­bongkar bangunan yang dianggap menghalangi setiap aliran air, baik drainase maupun sungai.

” Masalahnya, karena bangunan yang menutup aliran air diyakini sebagai penyebab banjir di sejumlah kawasan kota ini,” kata Isnaeni kepada {KP} Kamis (11/2/2021).

Isnaeni juga sangat mengapresiasi kinerja tim normalisasi sungai yang di bentuk Pemko, karena sudah bekerja cepat mengambil tindakan dengan membongkar sejumlah bangunan di kota ini yang dinilai menutup aliran sungai serta drainase.

Namun demikian, kinerja tim normalisasi itu diharapkan terus berlanjut. Mengingat Berdasarkan data sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ujarnya, di Kota Banjarmasin setidaknya ada 181 titik bangunan yang menghambat aliran air.

” 181 titik bangunan itu didata baru di sepanjang Jalan A Yani, dan sepanjang Jalan Veteran, belum di kawasan lain,” ujarnya.

Menurut politisi Partai Gerindra ini kembali menyampaikan apresiasinya karena kebijakan yang diambil Pemko dalam mengantisipasi agar banjir tidak kembali terjadi tersebut sangat dirasakan masyarakat.

Berita Lainnya
1 dari 2.411

Menyinggung ada kekhawatiran sejumlah kalangan tebang pilih dalam pembongkaran bangunan yang menutup aliran sungai dan drainase, Is­naeni menegaskan, dewan siap bereaksi keras jika hal itu terjadi.

Ia menilai, sejauh ini Pemko sudah bekerja sesuai dengan aturan yang ada dan semua bangunan yang menghalangi sungai akan dilakukan pembongkaran.

Hanya saja lanjutnya, tidak bisa sekaligus, namun dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan skala prioritas.

“Saya pas­tikan dalam menjalankan fungsi pengawasan dewan akan jadi garda terdepan dalam menga­wal program ini. Sebab kita tidak ingin musibah banjir di kota ini kembali terulang,” tandasnya.

Masa Pemulihan

Sementara itu Pemko Banjarmasin sudah menghentikan status tanggap darurat banjir terhitung sejak Kamis (11/2/2021).

” Meski status tanggap darurat dihentikan, namun saat ini kita masuk pada tahap masa pemulihan pasca banjir,” ujar Plt Sekdako Banjarmasin Mukhyar saat dihubungi {KP}.

Dikemukajan, pada masa pemulihan pasca musibah banjir akan dilaksanakan perbaikan sejumlah ruas jalan dan infrastruktur yang mengalami kerusakan.

“Program skala prioritas selanjutnya yaitu melaksanakan normalisasi sungai dan pembenahan drainase agar musibah banjir tidak kembali terulang,” ujar Mukhyar. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya