Mentan Siap Panen Perdana Food Estate

Sebelum kedatangan Menteri Pertanian dilakukan pertemuan terbatas antara Pemprov Kalteng dengan Kementerian Pertanian, membahas kesiapan panen perdana program food estate, yang dilaksanakan pertengahan dan. minggu ketiga bulan Pebuari ini.

PALANGKA RAYA, KP — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo akan melakukan panen perdana areal food estate. Untuk mengawal kedatangan orang nomor satu di Kementerian Pertanian itu, Pemerintah Provinsi Kalteng bersama jajaran Kementerian Pertanian menggelar rapat terbatas (Ratas), akhir pekan ini.

Ratas dipimpin oleh Gubernur yang diwakili oleh Sekda Kakteng Fahrizal Fitri di Aula Lantai II Kantor Gubernur, diikuti.Forkompimda, Pejabat Kementan dan pihak terkait lainnya. Pertemuan membahas kesiapan panen perdana program food estate, yang dilaksanakan pertengahan dan. minggu ketiga bulan Pebuari ini.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri.menyatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memberikan terima kasih dan apresiasi yang setingginya atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat, khususnya komitmen yang kuat dari Kementerian Pertanian terhadap pelaksanaan Food Estate di Kalimantan Tengah.

Dipaparkan rencana tanam lokasi yang ada untuk pengembangan food estate seluas 30.000 ha yang mulai dilaksanakan Tahun 2020, perkembangan sampai saat ini yakni di Kabupaten Pulang Pisau, areal yang sudah ada seluas 10.000 ha, telah dilaksanakan olah tanah seluas 9.837 ha dan yang sudah tanam seluas 8,838 ha.

Berita Lainnya
1 dari 527

Dan di Kabupaten Kapuas, areal yang eksisting seluas 20.000 ha telah dilaksanakan olah tanah seluas 19.669,5 ha dan yang sudah tanam seluas 9.900 ha.

Di dua Kabupaten itu semuanya siap dilakukan panen perdana, dengan hasil produksi yang cukup memuaskan antara 4-6 ton per ha. Meski demikian diakui ada beberapa titik yang hasil panennya tidak sesuai harapan, atau kurang dari 2 ton per ha.

Terkait penyebabnya hasil peninjauan langsung Gubernur ke Desa Belanti Siam diantaranya karena curah hujan tinggi menyebabkan padi rebah, sehingga dipanen cepat.

Mengutif pernyataan Kadistan Kalteng Sunarti penyebab padi rebah, karena.petani menanan dengan pola tabela atau tabur benih langsung, sehingga perakarannya tidak kuat.

Tetapi yang menggunakan pola tapin (tanam pindah) pohon padi saat hujan deras saat ini tidak roboh, hasilnya memuaskan. Hal inilah yang dianjurkan Pemerintah dengan memanfaatkan alat tanam mekanis. (drt/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya