Oknum Organda Aniaya Pengawas Aptrindo

Ketika saya berbalik, pelaku kembali memukul dengan tangan di pipi sebelah kanan

BANJARMASIN, KP – Nahas dialami Rahmad Dahlan (51), seorang pengawas lapangan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)- Anggota Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi)/Indonesian Logistics Forwarders Association (Ilfa). Ia menjadi korban penganiayaan di parkiran kontainer Meratus Pelabuhan Trisakti, Jalan Lumba-Lumba Banjarmasin Barat, Rabu (24/2).

ini menjadi korban penganiayaan seorang pria berinisial WH, yang diduga salah satu anggota DPD Organda Kalimantan Selatan (Kalsel).

Akibat insiden itu, warga Jalan Bahagia Teluk Tiram Darat RT 08 RW 01 Banjarmasin Barat ini luka memar di bagian bahu dan wajah pipi kanan.

Tak terima, korban bersama bersama temannya yang juga sebagai saksi langsung mendatangi Polsek Kawasan Pelabuhan dan Laut (KPL) Banjarmasin untuk melapor.

Korban Rahmad menceritakan, kronologisnya salah satu sopir yang merupakan anggota Aptrindo-Alfi/Ilfa dimintai biaya oleh pelaku.

“Sopir tersebut lantas tak mau bayar, karena merasa bukan anggota dari Organda. Apalagi yang meminta biaya tak menggunakan atribut,” ujarnya, Kamis (25/2).

Berita Lainnya

Ketua KONI Tabalong Dituntut Lima Tahun

Jumat Berkah, Polsek Banteng Berbagi

1 dari 1.400

Setelah protes, sopir tersebut kemudian menghubunginya menanyakan soal pungutan tersebut.

Korban kemudian menengahi permasalahan yang terjadi, namun pelaku malah marah. “Waktu itu saya coba menjelaskan kalau pihak DPD Organda tidak boleh memungut iuran kepada anggota kami, tapi pelaku tersebut malah marah dan mengancam saya,” bebernya.

Setelah cekcok mulut berakhir, korban pun tak menyangka dari belakang pelaku WH malah menyerangnya dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis parang yang masih berkumpang.

“Sewaktu saya lengah, pelaku menyerang dari belakang. Ketika saya berbalik, pelaku kembali memukul dengan tangan di pipi sebelah kanan. Saat pelaku mengeluarkan parang dari kumpangnya, kemudian dilerai teman pelaku. Saya pun sempat ditarik oleh temannya sesama anggota Organda dan dibawa ke posko mereka, tak jauh dari pelabuhan,” ungkapnya.

Ketika itu, korban hendak melaporkan insiden penyerangan itu polisi, akan tetapi dihalang-halangi oleh teman pelaku, dengan mengatakan kalau di posko sudah ada polisi. “Tapi saya tidak melihat ada anggota. Malah pelaku kembali mengancam akan menganiaya saya,” katanya.

Beruntung, tak lama kemudian teman korban dari Aptrindo-Alfi/Ilfa datang menjemput. “Saya pun langsung dibawa ke Polsek KPL Banjarmasin, untuk melaporkan kejadian ini. Tak lama kemudian pelaku pun langsung diamankan pihak kepolisian,” sebutnya.

Ketua Aptrindo-Alfi/Ilfa Kalsel Ali Musa Siregar, sangat menyayangkan insiden tersebut sampai terjadi. “Kita tidak mau insiden ini terjadi sebenarnya. Masalah seperti demikian bisa diselesaikan dengan baik, namun karena sudah ditangani pihak kepolisian, maka pihaknya akan mengikuti segala prosedur hukum yang berlaku,” tuturnya.

Sementara Kapolsek KPL Banjarmasin, AKP Ariansyah SIk, melalui Kanit Reskrim, Ipda Rizqy Nugraha Ramadan STRik, saat dikonfirmasi masih belum memberikan jawaban terkait kejadian ini. Sebab, ia hanya sempat mengatakan masih ada kegiatan di Polresta Banjarmasin. (fik/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya