Tiga Kecamatan Di Bartim Jadi Fokus Pengembangan Jagung Komposit

Tamiang Layang, KP – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat memfokuskan kawasan pengembangan jagung komposit pada tiga kecamatan.

“Tiga kecamatan itu yakni Kecamatan Patangkep Tutui, Awang dan Raren Batuah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bartim, Trikorianto di Tamiang Layang

Kecamatan Patangkep Tutui, Awang dan Raren Batuah memiliki geografi yang sangat mendukung untuk dijadikan kawasan pengembangan tanaman jagung komposit, karena tanah yag subur, dataran tinggi dan pergunungan.

Kecamatan Patangkep Tutui menjadi lokasi pemusatan program pengembangan jagung komposit, karena berdekatan dengan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

“Tujuanya untuk menekan masuknya pakan ternak ke Bartim, sehingga pangan ternak bisa terpenuhi. Dan ini merupakan program yang berkaitan dengan program ekonomi kerakyatan dan ketahanan daerah seperti yang diprogramkan Bupati BArtim dalam visi-misi daerah,” kata Trikorianto.

Berita Lainnya
1 dari 120

Tambahnya, program pengembangan jagung komposit bisa meningkatan pendapatan petani lokal dengan terpenuhinya pakan ternak dalam daerah. Dampak positifnya bisa menekan masuknya pakan dari luar sehingga menekan harga jual beli dalam daerah atau menekan inflasi daerah.

Harga jual jagung komposit saat ini berkisar Rp3.500,- per kilogram. Jagung komposit dipergunakan untuk pakan ternak bebek, ayam, dan lainnya, tergantung pengolahan di pabrik.

“Pemkab Bartim sudah mendorong dan melaksanakan program ketahanan pangan sekaligus ekonomi kerakyatan melalui ternak ayam petelur yang saat ini berlangsung hingga ke desa-desa,” kata Trikorianto.

Diketahui, dampak adanya banjir di Kalimantan Selatan sangat mempengaruhi harga pakan ternak, dimana terus mengalami peningkatan. Program ini perlu mendapat dukungan semua pihak serta masyarakat.

“Pengembangan jagung komposit, khususnya di Kecamatan Patangkep Tutui akan dikawal secara ketat agar berhasil sehingga bisa memenuhi kebutuhan dalam daerah, tetapi bisa untuk disuplai ke luar,” kata Trikorianto. (vna/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya