ASN Yang di Vaksin Wajib Lulus Screning

Marabahan, KP – Pemkab Barito Kuala (Batola) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap 2 dengan sasaran para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL). 

Sesi pertama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk ASN dan THL bidang pelayanan publik di lingkup Pemkab Batola, Rabu (10/3/2021), ternyata melampaui ekspektasi.

Vaksinasi yang berlangsung di Aula Selidah Kantor Bupati Batola ini meski dosis hanya diperuntukkan 150 orang, jumlah peserta yang hadir ternyata jauh lebih banyak.

Hal tersebut disebabkan tidak semua dari 150 orang yang diudang mengikuti vaksinasi, berhasil lulus screening.

Beberapa di antaranya disebabkan tensi darah atau gula darah yang melampaui angka standar vaksinasi.

Mereka yang harus ditunda menerima vaksinasi, kemudian digantikan ASN maupun tenaga harian lepas lain yang sudah menunggu giliran.

Di antara satuan kerja yang mengikuti vaksinasi sesi perdana adalah Sekretariat Daerah, Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim), serta Satuan Polisi Pamong Praja.

“Teknis vaksinasi dilakukan bergiliran berdasarkan satuan kerja,” ungkap Dwikorawati, Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Batola.

Dijadwalkan vaksinasi berlangsung setiap Rabu, Kamis dan Jumat dengan sasaran satuan kerja berbeda-beda.

Berita Lainnya
1 dari 264

“Alhamdulillah pencapaian hari pertama melampaui ekspektasi, karena hampir semua yang terdaftar menghadiri undangan vaksinasi,” beber Dwikorawati.

Selain ASN dan tenaga harian lepas, sejumlah anggota TNI dan wartawan juga mendapatkan vaksinasi.

Kendati penyuntikan dosis pertama khusus anggota TNI/Polri sudah berakhir sepekan lalu, terdapat beberapa orang yang terlewatkan akibat gagal screening.

“Anggota TNI yang belum mendapatkan vaksin, akhirnya digabung bersama petugas pelayanan publik lain,” imbuh Dwikorawati.

Total digunakan 55 vial CoronaVac dalam vaksinasi tahap kedua di Batola. 40 vial di antaranya diterima TNI dan Polri.

Mengingat 1 vial dapat digunakan untuk 10 orang, berarti jumlah petugas pelayanan publik yang telah mendapatkan vaksinasi berjumlah 550 orang.

Di sisi lain, jumlah vaksin tahap kedua yang diterima Batola berjumlah 2.000 dosis atau 200 vial.

Kalau 200 vial itu habis, jelasnya Dinkes  segera mengusulkan untuk mendapatkan kiriman vaksin lagi.

“Sesuai instruksi Kementerian Kesehatan, sasaran petugas pelayanan publik sebanyak 26.000 orang. Mereka termasuk TNI/Polri, ASN dan wartawan,” pungkasnya. (ang/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya