Bupati Panen Ayam Broiler Hasil Padat Karya Disnaker

Rantau, KP – Bupati Tapin HM Arifin Arpan meninjau sekaligus panen perdana ayam broiler hasil budiaya warga masyarakat Desa Purut Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin.

Dalam kunjungan itu Bupati di dampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kab Tapin Hj Fauziah berserta jajarannya dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Tapin, Rabu (10/3/2021) tadi.

Budidaya ayam broiler merupapakan hasil program padat karya dari Dinas Tenaga Kerja Kab Tapin dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

“Saya senang melihat perkembangan budidaya ayam di sini. Dari 1000 ekor bantuan, bisa dikembangkan menjadi 1200 ekor,” ucap Bupati kepada awak media usai memantau sekaligus memanen ayam.

Namun dengan keberhasilan ini tentunya dapat diteruskan jangan sampai berhenti terus kembangkan, kalau terjadi permasalahan silahkan koordinasikan.

“Jangan setelah bantu dan berhasil kemudian berhenti tidak dilanjukan dan kembangkan, “jelas bupati.

Berharap masyarakat yang memelihara bisa saling menguntungkan, jangan sampai rugi, karena budidaya ayam cukup bagus dan menjanjikan.

Berita Lainnya
1 dari 264

Pada kesempatan ini, berpesan agar program padat karya dapat di kelola dengan sebaik mungkin dan terus menerus digunakan sesuai dengan potensi desa masing-masing.yang cocok di kembangkan.

Sehingga adanya program ini, roda perekonomian akan berputar, terlebih lagi masa pandemi Covid-19.

Sementara Kepala Disnaker Tapin, Fauziah, melaporkan progam padat karya ini luncuran pemerintah pada tahun 2020 untuk budidaya ayam broiler. Ada 2 (dua) Desa dibantu program ini, yakni Desa Mandurian Hilir Kecamatan Tapin Tengah dan Desa Purut Kecamatan Bungur.

“Setelah berjalan beberapa bulan, mulai membuat kandang, penyebaran bibit ayam dan pemeliharaan, kedua Desa ini berhasil mengembangkan budidaya tersebut,” katanya.

Bahkan, untuk Desa Purut sebentar lagi akan masuk panen kedua, jumlahnya ayamnya lebih banyak dari sebelumnya sebanyak 1000 ekor menjadi 1200 ekor.

“Awalnya hanya kita beri 1000 ekor ayam. Tapi mereka bisa mengembangkan dengan menambahkan 1200 ekor,” ungkapnya.

Karena sudah berhasil, rencananya tahun ini dilanjutkan kembali ada 5 Desa di 5 Kecamatan yang diusulkan dalam program padat karya. (abd/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya