Cuaca Bikin Harga Cabai Meroket

Banjarmasin, KP – Terjadinya kenaikan harga dan langkanya cabai baru-baru ini, diprediksi lantaran adanya cuaca ekstrem hingga mundurnya waktu panen. Namun, angin segar berhembus. Kondisi ini tak bakal berlangsung lama.

Hal itu bukan tanpa alasan, tanggal 20 Maret mendatang, diperkirakan tanaman cabai bakal mulai dapat dipanen. Berangkat dari hal itu, pasokan cabai bakal kembali banyak dan harga pun bisa kembali normal.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar menjelaskan bahwa saat banjir beberapa waktu lalu pasokan cabai cukup banyak.

Berita Lainnya
1 dari 795

Kemudian, melihat banyaknya pasokan cabai, sejumlah pemasok, berdasarkan data dimilikinya, rupanya kebanyakan petani memilih menunda penanaman. Tanpa memperhitungkan bahwa cuaca ekstrem mengintai.

“Alhasil, panen cabai pun mundur hingga stoknya habis. Namun sekali lagi, dari informasi yang kami terima stok dan harga cabai bakal kembali normal. Karena diperkirakan tanggal 20 Maret mendatang cabai bisa dipanen,” jelas Tezar, Rabu (10/3).

Di sisi lain, Tezar juga mengaku bahwa kenaikan harga cabai di Kota Banjarmasin, berdasarkan hasil pendataan pihaknya pada Senin (8/3) lalu, bervariatif.

Misalnya, di Pasar Antasari, harga cabai per kilogramnya mencapai Rp130 ribu, di Pasar Lama Rp110 ribu. Sedangkan di pasar-pasar lain seperti Pasar Pekauman, Pasar Teluk Tiram dan Pasar Teluk Dalam, harganya berkisar Rp150 ribu per kilogram.

“Sedangkan harga normal, sekitar Rp60 sampai Rp80 ribu. Tingkat kebutuhan warga akan cabai cukup tinggi, semoga ke depan tidak terjadi kenaikan lagi,” pungkasnya. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya