Firman Yusi Ajak Anak Muda Budidaya Belut

Berita Lainnya
1 dari 238

Tabalong, KP – Anggota DPRD Kalsel, Firman Yusi melakukan tebar benih belut perdana di Desa Palapi, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong, Sabtu (6/3/2021), di Tabalong.
Bibit belut sebanyak 15 kilogram ditabur di 10 0 kolam milik komunitas anak muda desa tersebut, yang menjadi binaan anggota DPRD Kalsel dari daerah pemilihan Kalsel V, yang meliputi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Tabalong.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian aktivitas sebagai wakil rakyat,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Menurut Firman Yusi, pengembangan belut ini merupakan keinginan anak muda di Desa Palapi, yang disampaikan pada reses Oktober 2020 lalu, yang berkeinginan untuk berwirausaha.
“Jadi saya memfasilitasi keinginan ini melalui beberapa tahapan kegiatan, diantara tur wirausaha bidang pertanian, yaitu berkunjung ke wirausaha yang sudah berjalan dan pelatihan langsung di lokasi yang dibimbing pelaku usaha berpengalaman,” tambah anggota Komisi IV DPRD Kalsel.
Firman Yusi mengungkapkan, anak-anak muda harus diberi ruang cukup luas untuk mengembangkan dirinya, termasuk diantaranya belajar berusaha mandiri.
“Anak muda memang harus berani bermimpi dan peka terhadap kondisi di sekitarnya. Wirausaha muda harus mampu melihat peluang dari kondisi di sekitarnya untuk dimanfaatkan menjadi usaha baru,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Desa, Tani dan Nelayan DPW PKS Kalsel Selatan.
Apalagi usaha budidaya belut masih memiliki peluang pasar yang baik, ini bisa dibuktikan dengan kebutuhannya yang masih cukup besar di pasar lokal.
“Nanti dulu kita bicara bahwa Kalsel sudah mulai mengeksport belut, memenuhi kebutuhan pasar lokal saja, saya yakin usaha ini cukup menjanjikan,” jelas Firman Yusi.
Untuk itu, Firman Yusi memfasilitas komunitas yang telah membangun 10 kolam/bak budidaya belut, dimana masing-masing kolam dapat menghasilkan hingga 200 kg belut sekali panen.
“Diharapkan saat panen, komunitas ini akan memanen sekitar 2 ton belut,” ungkap Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel.
Kapasitas produksi ini masih sangat mungkin untuk ditingkatkan menjadi hingga 500 kg belut per kolam.
Diakui, kendala yang dihadapi adalah masih sulitnya mendapatkan bibit, bahkan untuk kegiatan ini bibitnya didatangkan dari luar Kalimantan hingga biayanya cukup tinggi.
“Kita tengah berusaha untuk mengembangkan usaha penyediaan bibit belut hingga kedepan tidak akan mengalami kesulitan lagi dalam memenuhi kebutuhan bibit belut di Kalsel,” jelas Firman Yusi.
Diharapkan, kegiatan yang telah dirintisnya ini dapat direplikasi di daerah-daerah lain dan dalam bentuk usaha yang lain hingga ketergantungan lapangan pekerjaan pada sektor industri dapat dikurang.
“Wirausaha muda juga nanti dipastikan akan membantu menyerap angkatan kerja, dan diharapkan dukungan dari Pemprov hingga bisa diaplikasikan di banyak desa untuk pengembangan wirausaha muda ini juga sekaligus merupakan usaha keluar dari dampak pandemi Covid-19),” tambahnya. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya