Pemko Tambah Kartu Kendali Elpiji Untuk 1.876 KK

Di tengah kelangkaan mahalnya harga gas elpiji di tingkat enceran saat ini warga miskin atau kurang mampu sangatlah membutuhkan bakar subsidi itu secara mudah dan murah

BANJARMASIN, KP – DPRD Kota Banjarmasin mengapresiasi kebijakan Pemko menambah Kartu Kendali Elpiji yang diberikan untuk 1.876 kepala keluarga (KK) tidak mampu di kota ini.

” Kartu Kendali Elpiji 3 kilogram itu berlaku terhitung mulai 1 April 2021,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin HM Faisal Hariyadi.

Dihubungi {KP} Minggu (28/2/2021) ia mengatakan, di tengah terjadinya kelangkaan hingga mahalnya harga gas elpiji di tingkat enceran saat ini warga miskin atau kurang mampu sangatlah membutuhkan bakar subsidi itu secara mudah dan murah.

Menurutnya, masih belum teratasinya wabah virus corona (Covid-19) hingga disusul terjadinya musibah banjir dipastikan jumlah warga dengan katagori miskin di Banjarmasin mengalami peningkatan.

Peningkatan jumlah warga miskin ini ungkapnya, salah satunya akibat tidak sedikit warga yang kehilangan pekerjaan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) menyusul kebijakan pemerintah yang membatasi berbagai aktifitas dan kegiatan usaha untuk mencegah penyebaran virus corona.

” Belum lagi dampak akibat musibah banjir yang membuat ekonomi warga dalam kondisi sulit, ” ujarnya.

Faisal Hariyadi melanjutkan, musibah banjir yang dialami sebagian besar wilayah Kalsel termasuk Banjarmasin pada pertengahan Januari lalu berakibat sejumlah infrastruktur vital mengalami kerusakan.

Berita Lainnya
1 dari 2.648

” Seperti kerusakan jalan dan jembatan hingga kondisi ini cukup berdampak terhadap perindistrubusian berbagai kebutuhan pokok termasuk gas elpiji, “ujarnya.

Ketua komisi dari F- PAN ini berharap, Kartu Kendali Elpiji yang diterima warga dalam pelaksanaannya terkoneksi dengan baik sesuai pemetaan pangkalan di setiap kelurahan.

“Sebab tidak jarang warga bingung kartu yang mereka terima untuk membeli gas elpiji 3 kilogram itu tidak jelas tempat pangkalan mana yang ditujuk untuk memberikan layanan,” katanya.

Sebelumnya Kabag Perekonomian Pemkot Banjarmasin H Rusdi Aziz mengatakan, kartu kendali elpiji khusus warga miskin sudah dibagikan pemerintah kota kepada sebanyak 36 ribu KK dan 600 untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berlaku sejak April 2020 hingga April 2021.

“Tahun ini kita tambah lagi 1.876 KK,” tuturnya.

Menurut dia, pemegang kartu ini dapat membeli empat tabung elpiji bersubsidi 3 kilogram untuk satu bulan dan khusus bagi UMKM sebanyak 6 tabung. “Mereka berhak mendapat elpiji itu dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi ) yaitu Rp 17,500. ” ujarnya.

Program ini, ujar Rusdi Aziz, sudah dikoordinasikan dengan pihak PT Pertamina, hingga ke pangkalan elpiji bersubsidi 3 kilogram, di masing-masing lima kecamatan di Banjarmasin.

“Jadi setiap pangkalan tidak boleh menjual harga tinggi bagi masyarakat yang memiliki kartu ini, sebab akan diawasi,. Bagi pangkalan yang melanggar akan dikenai sanksi,’ kata Rusdi Aziz.

Disebutkan, warga yang memiliki Kartu Kendali Elpiji hanya berlaku di wilayah kelurahan masing-masing, dan tidak boleh digunakan di luar kelurahan tempat tinggal warga bersangkutan. (nid/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya