16 Sekolah Canangkan Belajar Merdeka

Banjarmasin, KP – Guna memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei di setiap tahunnya, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mencanangkan 16 Sekolah Penggerak se Kota Banjarmasin, diantaranya 3 sekolah dari tingkat Taman Kanak-Kanak atau PAUD, 10 dari tingkat Sekolah Dasar, dan 3 dari tingkat Sekolah Menengah Pertama.

Bertempat di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, pencanangan Sekolah Penggerak ditandai dengan penyerahan SK Penetapan Sekolah Penggerak oleh Pj Walikota Banjarmasin, Akhmad Fydayeen, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, Senin (03/05).

Program Merdeka Belajar di Kota Banjarmasin segera dijalankan. Saat ini sudah diumumkan 16 sekolah penggerak yang bakal menjadi percontohan untuk program tersebut, kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto.

Program tersebut akan mulai dijalankan di tahun ajaran baru nanti.”Tapi, kami juga harus menunggu instruksi dari pusat terlebih dahulu soal dimulainya kapan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, surat keputusan terkait penunjukan 16 sekolah itu pun sudah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. “Artinya, 16 sekolah itu sudah lulus seleksi. Proses seleksinya dilakukan langsung oleh Kemendikbud RI,” ungkapnya saat ditemui awak media di lobby gedung Balai Kota Banjarmasin, Senin (03/05) pagi.

Rinciannya untuk jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) yakni, TK Pembina Banjarmasin Tengah, TK Inklusi Pelita Hati dan TK At Tibyan.

Untuk tingkat sekolah dasar (SD), ada SDN Pelambuan 4, SDN Seberang Masjid 1, SDN Sungai Andai 3, SDN Sungai Miai 11, SDN Kebun Bunga 3, SDN Antasan Kecil Timur 1, SDN Murung Raya 1, SDN Teluk Dalam 7, SDIT Ukhuwah dan SD Hippindo.

Berita Lainnya
1 dari 3.200

Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yakni SMPN 16, SMP 1 dan SMP Santa Maria Banjarmasin. “Ke 16 sekolah itu, akan menjalankan program Merdeka Belajar selama tiga tahun berturut-turut,” jelasnya.

Lantas, apa yang menjadi kelebihan dari sekolah penggerak itu dibandingkan sekolah lainnya?

Terkait hal itu, pria dengan sapaan Totok itu mengungkapkan, proses belajar mengajar di sekolah penggerak nantinya akan didampingi langsung oleh pihak Kemendikbud RI.

Di situ, pihak sekolah mendapatkan program pembinaan peningkatan sumber daya manusia. Dari kepala sekolah, hingga para guru yang ada di sekolah.

“Kepala sekolah, lebih kepada persoalan manajemen. Sedangkan guru, ada pada peningkatan kualitas pembelajaran,” paparnya.

Alhasil nantinya, tentu akan ada perbedaan yang cukup besar dari sekolah lainnya lantaran pada proses pembelajaran juga didampingi oleh ahli dari Kemendikbud.

“Di sisi lain, sekolah nantinya juga akan mendapatkan kucuran dana dari Kemendikbud untuk menjalankan program ini,” pungkasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya