Antisipasi Karhutla Melalui Aplikasi Asap Digital, Polda Kalsel dan GAPKI Gandeng Telkom

Banjarmasin, KP – Guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan, Telkomsat bersama dengan induk perusahaannya yaitu PT Telkom Indonesia terpanggil untuk negara dengan menyediakan aplikasi sistem analisa pengendalian Karhutla “Asap Digital”.


Bahkan dalam mengembangkan platform digital monitoring pencegahan kebakaran hutan dan lahan , BUMN ini pun mengandeng Polri serta Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Ketiganya pun melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman kerja sama layanan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian Karhutla Secara Digital (ASAP Digital), di Banjarmasin, Selasa (04/05/2021) kemarin.


Pada keterangannya kepada wartawan, Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto , menyambut baik kehadiran aplikasi Asap Digital dalam mengantisipasi Karhutla di wilayah kerjanya.

“ Aplikasi ini kami nilai sangat bagus dan membantu dalam mencegah dan meminimalisir karhutla yang merugikan masyarakat banyak, termasuk potensi-potensi hot spot.Karenannya sinergi seperti ini sesuai harapan kita bersama, kepolisian, Telkom dan Gapki,” ungkap Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, usai penandatangan nota kesepahaman kerja sama layanan Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian Karhutla Secara Digital (ASAP Digital), di Mapolda Kalsel, Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 4.986

General Manager Wilayah Telkom Kalsel, Arief Yulianto, mengatakan aplikasi Asap Digital ini merupakan wujud dukungan Telkom dalam mendukung upaya pemerintah untuk mencegah dan menimalisir karhutla yang merugikan masyarakat, melalui optimalisasi ICT.


Aplikasi ini dilengkapi dengan CCTV, konektivitas serta aplikasi dan dashboard monitoring, yang berfungsi untuk memantau terjadinya kebakaran dan mendeteksi titik panas penyebab kebakaran.
Telkom sendiri siap mendukung seluruhnya kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel.

“Aplikasi ini dilengkapi dengan CCTV, konektivitas serta aplikasi dan dashboard monitoring, yang berfungsi untuk memantau terjadinya kebakaran dan mendeteksi titik panas penyebab kebakaran.Dengan adanya sistem yang terintegrasi maka potensi munculnya api atau titik panas akan langsung terlihat oleh petugas di command center(dengan foto satelit), yang kemudian dicek secara visual dengan CCTV yang terpasang, sehingga para petugas di pusat pengendali dapat langsung menghubungi personil terdekat dan segera melakukan pemadaman,” terang Arief Yulianto.

Bahkan dalam waktu dekat menurut Arief, pihaknya akan menyiapkan ASAP Digital di berbagai wilayah termasuk untuk sungai dan danau sekitarnya. Ia berharap ini menjadi satu program yang terintegrasi antara Telkom dengan Gapki dan Polda Kalsel. Tak hanya Gapki sendiri, namun juga bisa diikuti seluruh intansi pemerintah dan swasta yang keterkaitan dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Peran serta Telkomsat dalam aplikasi Asap Digital ini mendapat apresiasi Ketua Gapki Kalsel , Eddy S Binti. Menurut Endi, aplikasi ini sangat membantu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kalsel, karena bisa mendeteksi dini potensi-potensi kebakaran dan hotspot yang ada, sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih awal.


Sedikitnya 52 perusahaan yang tergabung di GAPKI dengan area lahan perkebunan seluas lebih kurang 270 ribu hektare berkomitmen untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla.


“Komitmen kami zero burning serta perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” ujar Eddy kepada awak media.

Eddy pun berharap perusahaan perkebunan di luar anggota GAPKI juga dapat terlibat dan berperan serta penuh dalam pencegahan karhutla di Kalsel, sehingga upaya bersama-sama ini bisa mewujudkan Kalsel bebas bencana kabut asap. (vin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya