Merasa tidak Punya Kredit
Rizki Kaget Uang Tabungannya Minus

saldo minus dipotong membayar angsuran kredit, sementara saya tidak pernah mengajukan kredit

BANJARMASIN, KP – M Rizki memrupakan salah satu saksi yang dihadirkan JPU dalam perkara dugaan korupsi pada BRI Unit A Yani Banjarmasin, mengakui kalau dirinya tidak pernah melakukan pinjaman pada bank tersebut.

“Terkejut ketika akan mengambil uang melalui ATM, ternyata saldo minus karena dipotong membayar angsuran kredit, sementara saya tidak pernah mengajukan kredit,’’ ujar Rizki yang sehari hari adalah seorang pengemudi angkutan barang ke luar daerah.

Sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin, Selasa (4/5/2021), dengan tiga terdakwa terdiri dari Wahyu Krisnayanto mantan Kepala BRI Unit A Yani Banjarmasin, sedangkan dua lainnya adalah mantan Mantri BRI di kantor yang sama yakni Mochmamad Zanuar dan Nugroho Budi Satria.

Ketika pertama, ujar Rizki setelah diurus uang yang sebesar sekitar Rp1 juta dikembalikan oleh terdakwa Wahyu, tetapi beberapa bulan kemudian muncul lagi hal yang sama, tetapi setelah diurus maka tabungannya kembali seperti semula. “Saldo saya di rekening Rp3 juta kembali lenyap. Saya komplain dan diganti lagi,,” paparnya.

Berita Lainnya

Kejari HSU Telesik Proyek Disdik HSU

1 dari 1.277

“Saya yakin kalau pihak BRI tempat tabungannya, menggunakan nama saya untuk mencairkan kredit, sementara saya tidak pernah mengajukan kredit, sebab waktu membuat tabungan tentunya ada fotocopi KTP saja,’’ ujar Rizki.

Dari keterangan saksi ini jelas para terdakwa menggunakan nama orang yang tidak mengajukan kredit, tetapi oleh para terdakwa kredit dicairkan.

Persidangan yang dilakukan secara virtual tersebut, majelis hakim yang dipimpin hakim Daru Swastika didampingi hakim adhock Fauzi dan A Gawi, sementara JPU yang dikomandoi Arief Ronaldi.

Seperti pda dakwaan, ketiga terdakwa dalam menjalankan modus untuk menggerogoti uang tempatnya bekerja dengan membuat dokumen yang tidak benar seolah olah ada nasabah yang mendapat kredit, tetapi ini hanya fiktif. Akibatnya berdasarkan perhitungan BPKP terdapat kerugian negara sebesar Rp1.594.731.690. Hal ini dilakukan mulai tahun 2015-2018.

Dalam dakwan yang tuduhan yang sama ke terdakwa diancam melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, jo pasal 64 ayat 1 KUHP, untuk dakwaan primairnya. Sedangkan dakwaan subsidair melanggar pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP, dan lebih subsidair lagi melanggar pasal 8 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, jo pasal 64 ayat 1 KHUP .

Seperti diketahui dua dari tiga terdakwa tersebut sempat buron yakni Wahyu Krinayanto yang ditangkap di Muarateweh Kalteng dan Nugraha Budi Satrio yang ditangkap Pelaihari. (hid/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya