Chairil : “Saya tidak Tahu Uang Apa Dimaksud Satgas Pencegahan Money Politic NU”

Banjarmasin, KP – Chairil (39) mengaku tak mengerti apa dimaksud Satgas Pencegahan Money Politic NU hingga ketika naik mobil dirinya dikejar.” Saya memang tidak tahu uang apa yang mereka maksud,” ucapnya heran ketika kejadian.

Namun dalam peristiwa Sabtu (5/6/2021) dinihari satgas tergabung dalam tim pemenangan Denny Indrayana tak menemukan uang di mobil milik Chairil, yang mereka duga pelaku politik uang.

Pihak Polresta Banjarmasin telah mengamankan dan tangani soal kejar-kejaran bermobil dan pengancaman berkaitan Satgas Pencegahan Money Politic NU dari tim paslon, yang curigai terduga politik uang ini.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasi, Kompol Alfian Tri Permadi ketika dikonfirmasi mengatakan sudah menindaklanjuti laporan dugaan baik tindak pidana terkait sajam dan pengancaman.

Dari keterangan, hingga Minggu (5/6) dinihari, baik pihak Satgas NU maupun diduga politik uang diperiksa Penyidik Polresta Banjarmasin.

Versi didapat, beberapa anggota Satgas Money Politic NU sempat mengancam akan membunuh Chairil jika tak mengikuti instruksi mereka.

Namun kemudian disisi lain justru Chairil disebut membawa sebilah parang yang diduga mengancam pihak yang mencegah.

“Bahkan, oknum tersebut mengacungkan sajamnya,” kata Amrullah, Wakil Koordinator Satgas Pencegahan Money Politic NU Banjarmasin, dikutip pernyataannya yang tersebar di whastapp.

“Oknum tersebut menuding Satgas NU telah melakukan pengancaman,” tambah Amrullah.

Namun atas semua masih terus ditangani kepolisian dengan mengamankan mobil masing-masing dan mendalami keterangan dalam masalah itu.

Disebut, saat dilakukan penggeledahan terhadap mobil Khairil oleh anggota Satgas Pencegahan Money Politic NU (Politik Uang Nahdlatul UIama) Kalsel secara bersamaan karena adanya kejadian maka turut saksikan oleh polisi, ternyata tak ditemukan uang sebagai bukti dimaksud.

Penggeledahan dilakukan di halaman parkir tengah Markas Polda Kalsel.

Kemudian mobil tim lainnya berdatangan ke Markas Polda ikut menginterogasi Chairil serta ikut proses menggeledah mobil untuk mencari uang barang bukti.

“Mobil saya digeledah bersama-sama. Mereka tak menemukan uang seperti yang ditudingkan ke saya.

Karena saya memang tidak tahu uang apa yang mereka maksud,” kata Chairil di Poltabes Banjarmasin.

Kini Chairil balik melaporkan anggota Satgas Pencegahan Politik NU yang menggunakan tiga mobil untuk menggeroyok dan menghentikan mobilnya di jalanan, termasuk ancaman pembunuhan jika tak mengikuti instruksi mereka.

Persitiwa bermula pada Jumat malam (4/6/2021). Chairil saat itu sedang berada di RSUD Ansari Saleh untuk membezuk pamannya di ruang ICU karena sakit jantung.

Sekitar pukul 23.30 WITA, Khairil meninggalkan rumah sakit untuk membelikan makan saudara-saudaranya yang berjaga di rumah sakit.

Berita Lainnya
1 dari 1.328

Pencegatan terhadap Khairil yang mengemudikan Mobil Xenia DA 1947 BK, bermula di perempatan Jalan S Parman dan Jalan Tarakan.

Saat mobilnya melaju ke Jalan RE Martadinata, mobilnya dihentikan tiga unit mobil, satu emoting jalan, satu di samping dan satu di belakang.

Salah satunya mobil Suzuki Ertiga nomor plat B 1316 FKE berstiker ‘Satgas Pencegahan Money Politic NU’.

“Setelah lampu hijau, saya jalan lurus. Setelah sekitar 100 meter dari lampu hijau, ada mobil Sigra merah menutup jalan saya.

Terus saya bilang, ada apa ini, tapi mobil saya digedor,” tutur Chairil.

Seorang anggota Satgas turun dan menggedor pintu sopir dan menuding Chairil melakukan praktik serangan fajar atau membagikan politik uang.

Saat pintu mobilnya digedor, Khairil ketakutan karena mengancam akan membunuh kalau pintu mobil tidak dibuka.

“Satu orang turun menggedor pintu, bilangnya kalau tidak keluar saya dibunuh,” ungkapnya.
Khairil tetap enggan membuka pintu mobil.

Anggota Satgas lainnya datang dan menggedor pintu mobil sebelah kiri.

“Ada ancaman pak. Bilangnya keluar-keluar, kalau tidak keluar saya bunuh. Dituduhnya saya mau bagi uang.

Saya bilang periksa mobil saya, kalau memang ada uang ambil saja uangnya,” papar Khairil.

Saat melihat ada celah, Khairil menginjak gas menuju Markas Polda Kalsel.

“Saya ingat dekat Polda, langsung saya ke arah Polda,” tambahnya.

Begitu hendak masuk Polda, Chairil beruntung karena ada mobil polisi yang hendak berpatroli.
Khairil pun segera berteriak, “Ada rampok., rampok..!!

Mobil Polisi pun mengejar tiga mobil peneror Chairil dan mengkap dua mobil termasuk ertiga berstiker Satgas itu di kawasan warung Pasar Lama Jalan Jenderal Sudirman.

Kedua mobil Satgas Money Politic NU pun dikawal ke Mapolda Kalsel.  Setelah itu berdatanganlah enam mobil lainnya dari tim.

Chairil kini melaporkan dengan pelanggaran pidana pasal 335 KUHP yakni Perbuatan Tidak Menyenangkan yang dilakukan satgas ini. (yul/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya