Dishub Pastikan Portal Patah Diluar Jam Kerja

Banjarmasin, KP – Kondisi portal Jembatan Alalak 2 yang patah ke sekian kalinya itu rupanya sudah diketahui oleh pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banjarmasin, Fendie mengatakan, bahwa kerusakan portal yang membuat pengguna jalan ketakutan saat melewati itu terjadi sekitar tiga hari yang lalu.

“Laporan masuk itu tiga hari yang lalu,” ucapnya saat ditemui awak media di lobi gedung Balai Kota, Selasa (22/06) siang.

Ia menjelaskan, kondisi portal tersebut sudah dilaporkan ke pihak Dishub Provinsi Kalimantan Selatan untuk segera dilakukan perbaikan.

“Ketika laporan masuk, langsung kita sampaikan ke provinsi untuk mengkoordinasikannya dengan pihak balai agar segera ditindaklanjuti dengan cara memperbaikinya agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ungkapnya.

Menurutnya, patahnya portal pembatas ketinggian mobil angkutan di jembatan yang menghubungkan Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Barito Kuala tersebut terjadi di luar jam kerja dari petugas Dishub Banjarmasin.

“Terjadinya diluar jam kerja anggota kita, sekitar tengah malam sampai subuh. Sedangkan jam kerja kita dari jam 7 pagi hingga jam 8 malam. Di luar itu tidak ada penjagaan. Tapi pas jam jaga tidak ada mobil angkutan yang melanggar,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.234

Kemudian, yang menyebabkan portal tersebut patah adalah mobil truk angkutan yang tingginya melebihi ketentuan. Yakni 2,5 meter dari arah Batola.

“Entah kenapa ketika lewat portal sebelah sana (sisi Batola) bisa lewat. Pas di sebelah kita (sisi Banjarmasin) tidak bisa lewat portal. Mungkin ada perbedaan ketinggian porta,” tukasnya.

Selain melaporkan ke pihak Dishub Provinsi, Fendie juga mengaku sudah menyampaikan keadaan tersebut dalam forum koordinasi LLAJ, yang berisi dari perwakilan Kepolisian, Dishub Provinsi, Balai Jalan, dan instansi lainnya yang berkaitan dengan lalu lintas. Baik di darat maupun sungai.

“Karena kesepakatan terakhir dalam rapat Forum LLAJ, ketinggian portal diturunkan jadi 2,5 meter untuk menghindari adanya mobil angkutan yang tertabrak portal. Ternyata pas di turunkan masih ada saja yang menabrak,” imbuhnya.

Lantas, apakah kondisi tersebut dibiarkan begitu saja? Pasalnya, portal batas ketinggian mobil tersebut tidak hanya sekali saja rusak akibat tertabrak. Bahkan besi baja dari portal H itu sendiri sampai terpelintir ke belakang gara-gara ditabrak mobil angkutan yang tidak bertanggungjawab.

Terkait hal itu, ia mengaku bahwa pihaknya tidak bisa bertindak banyak pada mobil yang melanggar portal, lantaran terbatas di sisi kewenangan dalam penindakan.

“Dishub ini kan tugasnya pengaman dan pengaturan arus lalu lintas, sedangkan untuk penindakan truk angkutan yang melanggar itu kewenangannya ada di Kepolisian,” tandasnya. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya