Dewan Minta Pemko Fasilitasi Guru dan Murid Tes PCR

Banjarmasin, KP – Pelaksanaan pola Pembelajaran Tatap Muka yang menuai kontroversi di kalangan masyarakat menjadi sorotan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Norlatifah.

Politisi partai Golkar itu mengatakan, dinas terkait yakni Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin hendaknya memfasilitasi para guru maupun murid untuk menjalani swab tes PCR jika ada inikasi OTG karena jangan sampai membebani masyarakat ditengah pandemi seperti sekarang ini.

Karena itulah, dia meminta agar instansi terkait lebih memasifkan testing, tracing dan treatment. Hal itu juga berlaku pada sekolah yang sudah terlanjur melaksanakan PTM.

“Sekurang-kurangnya memfasilitasi untuk rapid tes antigen,” sarannya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon, Jumat (16/7) sore.

Bukan tanpa alasan, hal itu dilakukan bertujuan melainkan lantaran virus corona bisa menyerang siapa saja. Meskipun seseorang sudah menjalani vaksinasi.

“Adakan ulang minimal rapid tes antigen. Tidak bisa di sekolah, adakan di tempat tinggal masing-masing. Yang jelas, harus difasilitasi,” tegasnya.

Berita Lainnya
1 dari 3.188

Ditambahkannya, jika misalnya memang ada temuan kasus Covid-19, pihak sekolah mesti melakukan treatment khusus. Sehingga sekali lagi ia menekankan, mesti bekerja sama dengan dinkes melalui puskesmas setempat.

“Misalnya, pihak sekolah mesti memperhatikan perawatan atau isolasi mandiri yang dilakukan oleh guru atau siswa yang terpapar. Harus dipantau. Apakah sudah diberikan obat dan lain sebagainya,” tambahnya.

Kemudian, dengan adanya guru maupun siswa yang terpapar Covid-19, selain sekolah mesti ditutup sementara waktu, Pemko juga mesti mengevaluasi dan menimbang lebih jauh pelaksanaan PTM.

“Supaya jangan ada pihak yang disalahkan, lakukan antisipasi berupa swab tes PCR atau sekurang-kurangnya rapid test antigen tadi. Tanpa terkecuali. Termasuk, siswa. Keran bisa saja peserta didiknya menularkan ke yang tua,” timpalnya.

Lebih jauh, politikus dengan sapaan Lala itu juga mengkritisi kinerja Disdik yang seakan lamban dalam melaporkan data sekolah mana saja yang kemungkinan besar para guru hingga muridnya yang terpapar Covid-19.

“Selama ini, kami sendiri yang mencari tahu. Padahal semestinya disdik juga berkoordinasi dengan kami, tiap kali ada kejadian selama PTM ini. Sehingga sisi pengawasannya bisa sama-sama jalan,” tutupnya. (Zak/K-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya