Sosialisasi Pentingnya Moderasi dan Toleransi Beragama

Banjarbaru,KP- Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono menghadiri sekaligus membuka acara sosialisasi moderasi beragama, toleransi dan kerukunan umat beragama pada kalangan ormas dan lembaga pendidikan oleh pengurus forum kerukunan umat beragama Kota Banjarbaru. Bertempat di Aula Linggangan Intan DPRD Kota Banjarbaru.

Tampak Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru Drs H Abdul Basit, Ketua FKUB kota Banjarbaru H Muslih Emberi, perwakilan Badan Kesbangpol Kota Banjarbaru.

Ketua Panitia pelaksana kegiatan Drs H Aride BR MM menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya sosialisasi tersebut untuk memberikan pengetahuan/wawasan kepada para peserta dalam hal moderasi beragama dan arti pentingnya toleransi beragama serta pentingnya umat beragama untuk saling menjaga kerukunan antar umat beragama.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Aula Linggangan Intan DPRD Banjarbaru selama satu hari, dan peserta sebanyak 40 orang terdiri dari pengurus FKUB Kota Banjarbaru, Majelis Ulama, Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, KNPI, LDII, Kristen,Khatolik, Hindu, Budha, Pokjawas, Pokjaluh, Penyuluh Agama, Kelompok Kerja RA, MI, MTS, MA, Rumah Tahfidz Qur’an, Anshor, Muslimat, Aisyiah, Fatayat, dewan Masjid, BKPRMI, Ikatan Persaudaraan Haji, Madin serta Ponpes Al Falah Putra. Dengan narasumber dari Kemenag Banjarbaru, Badan Kesbangpol Kota Banjarbaru dan Ketua FKUB Kota Banjarbaru.

Berita Lainnya
1 dari 632

Sebagaimana ketahui bersama, masyarakat Kota Banjarbaru adalah masyarakat majemuk, dimana terdapat perbedaan agama, suku dan etnis. Perbedaan dan keanekaragaman tentu memerlukan kebijakan dan toleransi kita bersama dalam menyikapinya, karena berpotensi menimbulkan kerawanan konflik di masyarakat.

“Oleh karena itu, kita semua patut memberikan apresiasi atas inisiatif dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini dalam rangka memupuk dan menumbuhkembangkan kerukunan umat beragama di daerah kita ini.” ujar Wartono.

Wartono berharap semua pihak dapat menyamakan persepsi dalam membangun semangat kebersamaan dan toleransi, serta mendorong komunikasi dan interaksi dalam forum. Berbagai masalah keamanan, konflik sosial, radikalisasi sampai terorisme seharusnya tidak perlu terjadi di tengah masyarakat bila tumbuh rasa saling menghormati dan toleransi.

” Masalah stabilitas keamanan dan ketertiban, tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama, karena siapa lagi yang akan menjaganya, kalau tidak kita sendiri yang menciptakannya.” lanjutnya.

Untuk mencegah potensi perpecahan dan konflik demi kebaikan masyarakat dan daerah ke depan, dirapakan mulai dari sekarang harus merapatkan barisan dan kewaspadaan terhadap gejala perpecahan di tengah masyarakat yang disebabkan oleh munculnya isu maupun oknum yang sengaja memecah persatuan di masyarakat. (dev/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya