Pria Pelaku KDRT Dibekuk Petugas


Tanjung, KP – Diduga pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seorang Sopir berhasil ditangkap petugas gabungan Satreskrim Polres Tabalong, Polres Hulu Sungai Selatan dan Polres Tapin sekitar jam 20.00 wita di Bundaran Tapin Kel. Rantau Kiwa Kec. Tapin Utara Kab. Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kejadiannya, pria berinisial KHR(22) ini diduga pelaku tindak pidana KDRT, hingga menyebabkan sang istri terluka dibagian dahi kepalanya.

Peristiwa ini sebagaimana pelaporan sang istri (korban) di Polres Tabalong pada 9 Juni 2021. Bahwa tindak pidana KDRT yang menimpa dirinya terjadi pada 31 Oktober 2020 yang lalu.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, S.H., S.I.K., M.Med.Kom melalui Iptu Mujiono Kasi Humas Polres Tabalong membenarkan petugas Satreskrim Polres Tabalong dibawah pimpinan Akp Dr. Trisna Agus Brata, S.H., M.H. Kasat Reskrim Polres Tabalong yang dibackup oleh Polres Hulu Sungai Selatan dan Polres Tabalong berhasil menangkap pria inisial KHR(22), warga Tamban Kabupaten Barito Kuala, Kalsel yang diduga pelaku tindak pidana KDRT yang menyebabkan istrinya terluka.

Berita Lainnya
1 dari 279

KHR ditangkap petugas di Bundaran Tapin Kel. Rantau Kiwa Kec. Tapin Utara Kab. Tapin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Kamis (5/08) malam.

Perbuatan KDRT itu terjadi diperkirakaan berawal dari AM(istri) mengecek hp KHR (suami), lalu menanyakan kepada suami bahwa “siapa wanita yang ada di pesan whatsApp”, KHR pun marah karena sang istri menanyakan hal tersebut. Terjadilah cek cok mulut antara mereka berdua dan akhirnya KHR membenturkan kepalanya dengan kepala istri. Sehingga menyebabkan dahi sang istri terluka.

Atas perbuatan KHR, Sang istri inisial AM(24) warga Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta, Tabalong waktu itu sempat mendapatkan perawatan medis dengan 4 jahitan untuk menutup luka robek bagian dahinya

“KHR sudah ditahan di Polres Tabalong dan sementara, ia dikenakan pasal 44 ayat (1) UU RI No. 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman hukuman pidana paling lama 5 tahun penjara”, terang Iptu Mujiono. (ros/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya