Gas Elpiji 3 Kg Melambung Lagi, Sentuh Rp 35 Ribu.

“Kami bingung juga melambungnya harga gas tabung melon ini. Biasanya, di warung-warung ada saja yang jualan, sekarang malah kosong. Kalau pun ada, dijual Rp 35 ribu per tabung,” ujar Nurul, warga Jalan Soetoyo S,

BANJARMASIN, KP – Nurul mengaku kaget, ketika akan membeli tabung gas LPG (elpiji) 3 kg di tingkat eceran dihargai Rp 35 ribu. Padahal, beberapa pekan lalu harganya cukup stabil di kisaran Rp 20 ribu hingga 22 ribu.

Menurutnya, harga elpiji di warung atau kios eceran bertahap naik. Mulai dari Rp 25 ribu, merangkak naik Rp 27 ribu, lalu 32 ribu, hingga mencapai Rp 35 ribu.

Mulai melambungnya harga gas 3 kg ini, lantaran di eceran mulai sulit ditemui atau sering kosong. Sedangkan, di pangkalan gas, biasanya langsung habis stoknya.

“Kami bingung juga melambungnya harga gas tabung melon ini. Biasanya, di warung-warung ada saja yang jualan, sekarang malah kosong. Kalau pun ada, dijual Rp 35 ribu per tabung,” ujar Nurul, warga Jalan Soetoyo S, Banjarmasin Tengah, Senin (20/9/2021).

Ibu dari 2 orang anak ini merasa khawatir, bila kondisi dibiarkan tanpa ada tindakan dari pihak yang berwenang kepada agen elpiji, harganya gas melon akan kembali melonjak seperti dulu, hingga mencapai Rp 50 ribu per tabung.

Berita Lainnya
1 dari 969

“Di kios-kios di Jalan Soetoyo S tidak ada yang jual. Banyak yang kehabisan. Akhirnya dapat di kios di Jalan Mulawarman. Harganya Rp 35 ribu. Meski mahal, mau tidak mau tetap dibeli karena memang perlu untuk memasak,” keluhnya.

Setali tiga uang, Yuli, penjual makanan di kawasan Jalan Manggis, Banjarmasin Timur, merasakan kondisi yang sama. Harga gas bersubsidi ini terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan belakangan.

“Iya, parah harganya, di eceran bisa sampai Rp 35 ribu. Biasa saya beli di sepanjang jalan Veteran sampai perempatan Jalan Gatot Subroto. Bahkan, stok di eceran sering kosong. Alasan pedagangnya sih belum masuk,” ungkapnya.

Yuli berharap, pemerintah harus segera turun tangan, mencari penyebab dan solusinya, agar tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat.

“Mungkin sering-sering dilakukan razia lagi, kalau ada pangkalan nakal yang menjual gas elpiji 3 kg di atas harga eceran tertinggi,” imbuhnya.

Sementara, Susanto August Satria, Unit Manager Comm., Rel. & CSR MOR Kalimantan saat dikonfirmasi ketersediaan elpiji 3 kg, mengatakan stok di Pertamina masih sangat aman.

“Tidak ada kelangkaan. Stoknya juga aman. Masyarakat diharapkan jangan beli gas 3 kg di eceran. Belinya di pangkalan atau agen resmi supaya sesuai dengan HET,” imbaunya. (opq/K-1).

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya