Harga Bawang Merah Berangsur Turun

Pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap harga bumbu dapur seperti bawang merah dan putih ini,” terang Syaiful.

BANJARMASIN, KP – Pasca Iduladha 1442 H lalu, harga bawang merah di pasar tradisional di Banjarmasin terpantau mulai mengalami penurunan.

Turunnya harga komoditas satu ini, lantaran permintaan konsumen tak sebanyak saat momentum Iduladha lalu. Hal tersebut diungkapkan, Juraidah, salah seorang pedagang bawang merah di Pasar Harum Manis II (Pasar Lima) Banjarmasin.

“Harga bawang merah hari ini antara Rp 20 ribu sampai 21 ribu per kilogram, itu yang bagus bawangnya. Kalau yang kurang bagus harganya Rp 17 ribu sampai 18 ribu,” ujarnya, Kamis (2/9).

Menurutnya, harga tersebut sudah mulai turun dibanding bulan lalu. Sebelumnya, sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 27 ribu per kilogram untuk bawang merah yang bagus kualitasnya. Sedangkan, yang kurang bagus harganya sekitar Rp 23 ribu dan 24 ribu per kilonya.

Lain lagi, dengan bawang merah kotor atau yang masih dengan serabutnya, harganya antara Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogram.

“Cuma yang kotor ini kita bisa untung, bisa juga rugi. Sebab, kita tidak tau dapatnya berapa kilo setelah dibersihkan,” jelasnya.

Sementara, pedagang bawang merah lainnya, Syaiful, mengatakan, harga bawang merah dan putih di tingkat grosir sangat fluktuatif. Harga bisa terjadi penurunan dan kenaikan sewaktu-waktu.

“Harga bawang merah dan bawang putih cepat turun naiknya, sehingga untuk dijual eceran pun harus menyesuaikan,” tuturnya.

Berita Lainnya
1 dari 939

Namun, menurutnya, dua komoditas bumbu masak ini tak begitu terdampak di tengah pandemi Covid-19. Meski ada penurunnya daya beli masyarakat di tengah pandemi, namun angka penjualan bawang merah dan putih tak pernah sampai anjlok.

“Pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap harga bumbu dapur seperti bawang merah dan putih ini,” terang Syaiful.

Hanya saja, dia mengatakan, saat ini keuntungannya sangat tipis sekali, setelah dipotong dengan biaya operasional.

“Keuntungannya bisa dibilang pas-pas-an. Ongkos kirim bawang merah dari Bima-Surabaya sudah Rp 3 ribu per kilo, jika menggunakan kapal besar. Kalau dengan perahu langsung dari Bima memang harganya hanya Rp 2 ribu. Tapi, resikonya bawang bisa basah terkena air laut yang masuk ke perahu,” terangnya.

Apalagi, kata Syaiful, pedagang yang menjual bawang merah maupun bawang putih semakin banyak, sehingga persaingan semakin ketat. “Yang pasti, jika kita menaikkan harga, pembeli akan lari,” imbuhnya.

Ihar, pedagang lainnya di pasar yang sama, menuturkan, untuk harga bawang putih relatif stabil. Tak ada perubahan harga yang terlalu signifikan.

“Bawang putih hari ini Rp 19 ribu untuk harga partainya. Tak jauh berbeda dengan bulan lalu. Paling selisih kisaran Rp 1000 kalau naik ataupun turun,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk bawang putih semua diimpor dari Cina. Masalahnya, bawang putih lokal kalah bersaing dengan bawang putih asal negeri Tirai Bambu ini, baik dari segi harga maupun kualitas.

“Untuk bawang yang baru panen harganya Rp16.750 per kilogram. Sedangkan, bawang putih yang sudah dipanen lama harganya Rp15.500 sampai Rp16.000,” tutupnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya