Mahasiswa Banua, Inovasi dan Kreativitasmu di Tunggu!

Oleh : Mambang,M.Kom
Ketua IndoCEISS (Indonesian Computer Electronics And Instrumentation Support Society) Kalimantan Selatan

“Wiliam kamu masih muda, jangan sia-siakan masa muda kamu”. Kalimat tersebut disematkan calon pemodal kepada William Tanuwijaya, CEO and Co-founder Tokopedia ketika baru menancapkan tonggak bisnisnya. Tersirat pesimisme dari para pemodal saat itu karena jejak rekam Wiliam sangat tidak menarik bagi pemodal tersebut.

Tapi kini, Wiliam sudah mampu menjawab itu semua dengan kerja kerasnya. Tidak perlu kita ragukan lagi, kesuksesan yang telah diraihnya memerlukan kegigihan, semangat dan juga harapan tentang masa depan.

Hadirnya Tokopedia mampu mengubah dan membantu hidup banyak orang dengan kesetaraan proses bisnis yang bisa dinikmati dan digunakan siapapun.

Kini, semakin banyak orang dimungkinkan untuk berinovasi dan bersaing dalam lebih banyak bidang kerja dengan lebih banyak orang dari berbagai negara di planet ini di atas pijakan yang lebih setara dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Internet telah memberikan kita kesetaraan informasi dan pengetahuan tanpa adanya tembok pembatas. Membaca dan Belajar sepanjang hayat harus menjadi pondasi agar cakrawala pengetahuan mampu menumbuhkan perasaan mampu, percaya diri, semangat dan hal-hal positif lainnya.

Ide-ide dan gagasan baru sudah selayaknya dicetuskan generasi muda kita, terutama mahasiswa agar inovasi dan kreativitas mampu bersaing pada tatanan global.

Dunia Pendidikan juga saat ini perlu melakukan perbaikan-perbaikan serta meningkatkan Inovasi dan Kreativitas mahasiswa agar tidak terjadi kontraproduktif terhadap pengembangan ilmu.

Proses yang terjadi pada Pendidikan Tinggi tentunya perpijak dengan melahirkan pengetahuan dan pengembangan pengetahuan serta mentransferkan pengetahuan secara luas.

Mengutip dari pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id, Pemerintah telah membentuk sebuah unit organisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang pengembangan prestasi nasional yaitu “Puspresnas” yang mengemban tugas untuk mencari, mewadahi/mengumpulkan, mengatur, mendorong, dan mengembangkan bakat, minat, serta potensi generasi emas Indonesia untuk mencapai puncak prestasi tertinggi dalam berinovasi dan berkreativitas di bidang: Sains, Teknologi, Seni/- Bahasa/Literasi, Olahraga, Vokasi dan Kewirausahaan, melalui kompetisi, lomba, festival dan apresiasi.

Puspresnas juga menjadi pelopor pengembangan asas gotong royong/kolaborasi yang akan diimplementasikan dalam strategi kemitraan dengan para pemangku kepentingan (Pemerintah, Entitas Bisnis, Komunitas, Akademisi, dan Media) guna mencapai misi Manajemen Talenta Nasional.

Untuk menghadapi tantangan-tantangan global disaat ini dan di masa depan, berbagai lomba inovasi dalam bidang digital tingkat mahasiswa tentunya telah sering dilakukan lewat Pusat Prestasi Nasional ini.

Lomba Inovasi Digital Mahasiswa merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai upaya komprehensif untuk meningkatkan Soft Skill, literasi teknologi dan prestasi pada revolusi industri 4.0.

Memasuki era transformasi digital saat ini, inovasi dan kreativitas merupakan bagian tak terpisahkan dari pemikiran sivitas akademika kampus terutama mahasiswa, dimana inovasi dan kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan hal-hal baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Berita Lainnya
1 dari 350

Kreativitas merupakan penjelmaan integratif dari tiga faktor utama dalam diri manusia, yaitu: pikiran (kognitif), perasaan (afektif), dan keterampilan (psikomotorik). Dalam faktor pikiran terdapat imajinasi, persepsi dan nalar.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘inovasi’ memiliki arti penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya (gagasan, metode, atau alat). Inovatif merupakan kata untuk menyifati inovasi itu sendiri, artinya, suatu karya hasil inovasi akan disebut sebagai karya yang inovatif.

Inovasi bermanfaat untuk menyempurnakan atau pun meningkatkan fungsi dari pemanfaatan suatu produk atau sumber daya.

Kreativitas merupakan naluri yang sudah dimiliki manusia sejak lahir. Akan tetapi, kreativitas tidak dapat berkembang dengan sendirinya. Rangsangan dari lingkungan akan sangat berpengaruh untuk menumbuhkan kreativitas.

Kreativitas tentunya dimulai dari berpikir untuk menemukan ide. Ide tersebut bisa jadi merupakan ide yang sederhana, akan tetapi efektif untuk memecahkan suatu masalah. Kreativitas merupakan sesuatu yang bisa dipelajari dan dikembangkan oleh kita semua.

Proses untuk menghasilkan suatu hal yang baru, dapat berasal dari proses imajinatif dari penciptanya sendiri, dapat juga berasal dari informasi dan pengalaman sebelumnya mengenai hal yang akan diciptakan, kemudian pencipta melakukan penggabungan dan pembaharuan dari karya maupun gagasan yang pernah ada untuk menghasilkan karya maupun gagasan yang baru, dan berbeda dengan karya yang telah ada sebelumnya.

Bicara inovasi yang menghasilkan daya saing global, maka saat ini Negeri Tirai Bambu bisa disebut menempati garda terdepan. Negeri Tirai Bambu membanjiri pasar global mulai dari kereta api, mobil, sepeda motor, turbin,kereta api cepat, rel kereta api, barang-barang elektronik sampai dengan tasbih. Di Negeri Tirai Bambu, inovasi menjadi a driving force for economic growth.

Kalimantan Selatan sebagai poros pendidikan di Kalimantan dengan puluhan universitas dan sekolah tinggi disertai dengan puluhan ribu mahasiswa tentunya bukan sesuatu hal yang sulit untuk melahirkan inovasi-inovasi yang mampu memberikan dampak yang besar bagi kehidupan umat manusia.

Sebagai contoh, inovasi bidang Pertanian bisa dilakukan dengan Internet Of Things dalam mendukung pertanian cerdas serta membuat flatform digital yang bisa mengoptimasi peningkatan hasil termasuk kualitas dan kuantitas supaya tercipta efisiensi penggunaan sumber daya yang ada , sehingga sektor pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain itu juga, inovasi digital sektor pertanian tentunya dapat membantu proses penjualan atau pembelian seperti bibit tanaman dan lainnya, sehingga hasil dari proses pertanian cerdas diharapkan membawa pengaruh dan dampak yang besar bagi masyarakat khususnya petani saat ini dan dimasa yang akan datang.

Banjarmasin juga kita kenal sebagai poros pariwisata, dengan hadirnya tempat-tempat wisata yang baru tentunya memaksa semua elemen harus berinovasi dengan digital. Budaya daerah juga dapat kita unggulkan dengan berinovasi seperti membuat digitalisasi panting,madihin dan alat-alat tradisional lainnya dengan harapan inovasi digital tersebut mampu menggerakan roda ekonomi, serta menarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Kehadiran inovasi terutama dengan media digital dan StartApp pada berbagai sektor baik formal dan nonformal sangat kita nantikan semua.

Inovasi-inovasi yang sudah ada dan berjalan saat ini harus tetap kita pertahankan, serta perlunya monitoring dan evalusi secara berkelanjutan untuk melihat kembali, apakah masih relevan atau sudah usang.

Inovasi dan kreativitas mahasiswa banua sangat kita rindukan, karena kita semua mempunyai keyakinan, mahasiswa banua mampu untuk berkompetisi dan bersaing pada tingkat nasional hingga dunia.

Kita semua mempunyai mimpi, dan tentunya harus bermimpi dengan mata terbuka. Ketika mimpi dipikirkan maka akan jadi rencana, ketika rencana diucapkan maka akan jadi komitmen, dan ketika komitmen dilakukan maka akan jadi kenyataan. Sebagai generasi dan pemimpin masa depan, kami menantikan inovasi dan kreativitas mahasiswa banua. Jayalah Mahasiswa Banua.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya