Omzet Pedagang di Pertokoan Sentra Antasari Anjlok

Sekarang, lanjut Faisal, omzet penjualan merosot tajam hingga 90 persen. Bahkan, sering kali tak ada satupun barang dagangannya yang laku terjual.
“Hari Senin sampai Jumat itu paling dapatnya dua ratus ribu rupiah

BANJARMASIN, KP – Sejumlah pedagang di kawasan Sentra Antasari Banjarmasin merasakan penurunan penjualan yang cukup signifikan.

Anjloknya omzet penjualan mulai dirasakan sejak pandemi Covid-19 mulai mengganas, yang disertai adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak bulan April tahun 2020 lalu, sampai dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berjilid-jilid hingga saat ini.

Situasi ini dirasakan salah seorang pedagang di pertokoan Pasar Antasari, Faisal. Pemilik toko pakaian bayi ini mengaku pendapatannya menurun drastis.

Jika sebelum pandemi dalam sehari ia mampu mendapatkan keuntungan bersih hingga jutaan rupiah. Namun, saat ini, laku beberapa lembar pakaian bayi sudah dirasa cukup lumayan.

“Dulu sebelum pandemi pendapatan bersih dalam sehari bisa sampai tiga juta rupiah,” ujarnya, kemarin.

Sekarang, lanjut Faisal, omzet penjualan merosot tajam hingga 90 persen. Bahkan, sering kali tak ada satupun barang dagangannya yang laku terjual.

“Hari Senin sampai Jumat itu paling dapatnya dua ratus ribu rupiah. Itu pas-pasan, habis untuk pengeluaran sehari. Kecuali, saat akhir pekan, Sabtu-Minggu bisa aja dapat tujuh ratus ribu rupiah,” ungkapnya.

Hanya saja, pendapatan itu belum dipotong dengan ongkos-ongkos biaya sehari-hari, seperti keperluan rumah tangga dan pengeluaran wajib di pasar, gaji karyawan, bayar iuran kebersihan, jaga malam, lampu penerangan koridor pertokoan dan lain sebagainya.

Berita Lainnya
1 dari 973

“Apalagi, bagi pedagang yang tokonya menyewa, tentu harus menyisihkan biaya sewa lagi. Saya masih bersyukur toko tidak menyewa. Kalau menyewa mungkin sudah tutup juga,” katanya.

Menurutnya, pedagang yang menempati pertokoan di dekat Ramayana Antasari ini, sedikit banyaknya juga bergantung dengan tingkat pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan besar itu.

Jika Ramayana sepi pengunjung, otomatis toko-toko yang di sekitarnya juga terimbas. “Saat ini Ramayana tak seramai dulu,” sebutnya.

Faisal berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir, sehingga aktifitas perdagangan di pasar bisa kembali normal. Karena sejak pandemi melanda, banyak pedagang yang bangkrut dan harus gulung tikar.

“Saya juga merasa kasihan, banyak toko-toko yang tutup, kerena pedagang kehabisan modal. Banyak yang harus beralih profesi supaya tetap ada pemasukan buat keluarga di rumah” imbuhnya.

Sementara, di sisi lain, meski ada pelonggaran diberbagai sektor, juru bicara Gugus Tugas

Pencegahan Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, mengimbau kepada masyarakat serta pemilik usaha, agar tetap menaati protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Cara tersebut dapat meminimalkan penularan.

“Meski dilonggarkan, masyarakat tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan harus vaksin,” ujarnya, saat dikonfirmasi awak media.

Machli menyebutkan, kegiatan yang juga dilonggarkan adalah proses belajar mengajar. Sesuai Surat Keputusan Bersama 4 Menteri yang membolehkan sekolah yang berada di zona kuning dan hijau untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Tentunya,dengan protokol kesehatan yang ketat. Guru dan murid harus sudah disuntik vaksin minimal 50 persen,” tutupnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya