Perjuangan Rendy Raih Perunggu

Merauke, KP – Medali perunggu yang diraih pegulat andalan Kalimantan Selatan, Rendy Aditya S tidak didapat dengan mudah.

Pasalnya, pegulat yang berprofesi sebagai ASN di Dishub Kota Banjarmasin itu harus melewati pertandingan yang sangat sengit saat berhadapan dengan atlet tuan rumah, Heri Fadli H.

Benar saja, ketika pertandingan berakhir, kondisi pertandingan yang awalnya kondusif berubah drastis ketika official tim gulat tuan rumah merasa dicurangi oleh wasit yang memimpin pertandingan.

Namun petugas arena pertandingan dan wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dengan mengamati rekaman video chalange, yang berakhir dengan memenangkan Rendy dengan poin 4-3.

Saat diwawancarai awak media, Rendy mengakui bahwa pada laga final perebutan medali perunggu cabang olahraga (cabor) Gulat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tahun 2021 terjadi insiden yang kurang mengenakkan.

“Karena dari tuan rumah (Papua) merasa dirigikan, tapi dari juri dan wasit pemimpin pertandingan tetap memutuskan kemenangan dan saya yang dapat poin,” ungkapnya menceritakan, Selasa (12/10) pagi.

Namun, keputusan wasit tersebut rupanya masih tidak legowo dengan keputusan wasit, dari sisi tuan rumah kekeh merasa bahwa poin tersebut merupakan milik pegulat andalan Papua, Heri Fadli H.

Rendy terpaksa menjalani detik-detik akhir pertandingan tanpa lawan alias tak dihadiri atlet Papua. Hal itu dikarenakan pihak wasit sudah melakukan tiga kali pertandingan dan pihak tuan rumah sama sekali tidak merespon panggilan tersebut.

“Itu lah yang memicu kondisi mulai memanas hingga kericuhan puan pecah saat di detik detik terakhir pertandingan,” ucapnya.

Berita Lainnya

Pelaku Usaha Perkebunan Wajib Miliki Izin

Azhar Harus Terhenti di Perempat Final

1 dari 2

Tak dipungkiri, kondisi tersebut membuatnya sempat merasa khawatir dengan keselamatan dirinya sendiri serta pelatih yang mendampinginya bertanding.

Kekhawatiran tersebut bertambah ketika mengingat pertandingan tersebut digelar dilokasi yang sangat jauh dari tanah kelahirannya, Kalimantan Selatan.

“Apalagi ini kan di kampung orang, beruntung pengamanan kita memiliki pengamanan dari Satuan Brimob Polda Kalsel untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan akibat kericuhan tersebut,” ujarnya.

Lantas bagaimana perasaan Rendy setelah ia diputuskan sebagai pemegang medali perunggu di cabor Gulat kelas 74 Kg gaya bebas putra?

Terkait hal itu, Rendy merasa bersyukur atas capaian yang sudah diraihnya tersebut walaupun harus melalui situasi yang lumayan mencekam.

“Walaupun tidak sesuai harapan, tapi alahamdulillah saya merasa bersyukur atas hasil kemarin,” imbuhnya.

Karena itu, ia sangat berterimakasih kepada kedua orangtua, keluarga, serta pelatih yang sudah mendukung dan selalu mensuport dirinya hingga bisa mempersembahkan medali perunggu untuk Banua.

“Perjuangan saya ini saya persembahkan untuk anak dan istri saya,” ungkapnya.

Disamping itu, ia juga mengucapkan rasa terimakasih yang sangat besar kepada Pimpinannya di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin dan Kasi Wasdal serta seluruh ASN Pemko Banjarmasin yang terus mendukung dirinya dalam berlaga di PON XX Papua.

“Terimakasih kepada semuanya karena mereka saya bisa mengikuti ajang PON. Terutama pimpinan saya di Dishub Banjarmasin yang sudah memberikan izin mengikuti latihan selama menjelang PON sampai berakhirnya PON tahun 2021 ini,” tuturnya.

“Sekali lagi saya bersyukur walaupun tidak sesuai harapan. Saya bisa menorehkan medali perunggu dan mengharumkan nama Dishub Banjarmasin di kancah nasional,” tuntas Rendy. (Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya