Respon Publik, Kebijakan dan Sosial Media

Oleh : Finki Dona Marleny, M.Kom
Dosen Informatika dan Komputer

Sosial media merupakan bagian dari kebutuhan manusia saat ini, hampir semua orang memiliki akun-akun sosial media, tidak terhitung jumlah dan jenisnya.

Semua ini pada dasarnya karena manusia mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu mencari media untuk saling berinteraksi satu sama lain, dimana keterhubungan di media sosial inilah yang sering disebut sebagai jejaring sosial. Satu orang memiliki komunitas sendiri yang sering disebut dengan pengikut, follower, teman di media sosial atau komunitas lainnya.

Keterhubungan satu sama lain inilah yang membuat media sosial kian dibutuhkan dan tidak dapat ditinggalkan bagi sebagian besar orang.

Semua informasi dalam hitungan detik tidak dapat dibendung, berjuta bahkan miliaran informasi dalam bentuk teks, kalimat gambar, suara maupun video di sebar melalui jejaring sosial yang terhubung di media sosial para pemiliknya di berbagai platform atau aplikasi media sosial yang dimiliki.

Di media sosial ini semua pengguna dengan mudahnya membagi informasi pribadi maupun publik yang beragam tujuannya, dari hanya sekedar hiburan, pencitraan, branding ataupun bisnis dan pemasaran lainnya, informasi yang beragam inilah yang membuat sosial media terus hidup dan semakin berkembang serta menjadi kebutuhan, sulit untuk menutup-nutupi sebuah informasi dan sulit juga untuk membendung respon publik terhadap suatu fenomena yang terjadi atau fenomena yang banyak diperbincangkan atau sering disebut dengan kata “viral”.

Sesuatu yang sedang viral tentunya banyak jadi perbincangan publik secara luas, respon publik inilah yang terkadang dapat merubah suatu kebijakan yang menggiring pada opini publik secara positif maupun negatif.

Desakan dari publik yang merespon suatu peristiwa yang viral membuat kebijakan tertentu mengarah pada opini publik yang tadinya dirasa peristiwa biasa-biasa saja karena mendapat repon dari publik yang luar biasa maka kebijakan pun dapat berubah menjadi tidak biasa.

Berita Lainnya

Pancasila Sebagai Penjaga Keutuhan NKRI

Ironi di Balik Pekerja Pinjol Ilegal

1 dari 352

Hal ini memiliki sisi positif dan negatif pada tiap kejadian atau fenomena yang viral. Bisa menguntungkan dan bisa juga merugikan pihak yang menjadi viral, contohnya banyak artis-artis atau selebgram lainnya yang mendadak namanya langsung melejit berada dimana-mana karena viral di media sosial yang tentunya banyak memberikan keuntungan dari orang biasa menjadi orang yang tidak biasa.

Banyak orang yang dapat merubah nasibnya, memperbaiki ekonominya menjadikan lingkungannya lebih baik karena respon publik yang tidak terduga.

Disisi lain respon negatif lainnya adalah pada perilaku orang yang melihat sesuatu fenomena viral dapat berubah menjadi perilaku yang negatif, contohnya baru-baru ini ada sejumlah mahasiswa yang bergoyang atau berjoged di sebuah mobil ambulance yang mencerminkan perilaku yang kurang baik karena memiliki latar belakang sebagai mahasiswa yang dianggap terpelajar namun menjadi viral karena tindakan mereka yang dirasa publik kurang pantas, ada juga Sebagian kalangan remaja yang dengan sengaja merekam video di jalanan dan menghadang mobil-mobil besar seperti truck, tidak hanya membahayakan dirinya tetapi juga membahayakan pengguna jalan lain.

Masih banyak lagi perilaku-perilaku yang disengaja mencari perhatian publik. Respon publik inilah yang dapat memicu perubahan perilaku dan tentunya kebijakan pihak-pihak terkait akan adanya pergeseran nilai dari respon publik di media sosial.

Selain itu jika ditimbang-timbang dengan penggunaannya jika dilakukan dengan tepat sosial media dan jejaring sosial sangatlah berguna dan bermanfaat bagi khalayak ramai, hal ini dapat dilihat dari kejadian-kejadian seperti bencana alam yang kejadiannya tak terduga, karena media sosial dan jejaring sosial yang banyak digunakan oleh orang yang terdampak maka informasi cepat tersampaikan dan pihak-pihak terkait pun segera memberikan kebijakan terhadap kejadian yang viral dan banyak mendapat respon publik.

Masih segar dalam ingatan ketika kejadian banjir besar pada awal tahun 2021 lalu di Kalimantan Selatan, dalam beberapa hari menjadi puncak trending nasional sehingga penanganan dan respon dari pihak terkait lebih cepat tersampaikan serta kebijakan yang diambil menjadi lebih terkontrol karena menjadi perhatian dan respon publik, kemudian fasilitas umum seperti jalan, jembatan yang banyak digunakan oleh publik, setelah mendapat respon publik yang luar biasa fasilitas umum yang tadinya tidak menjadi prioritas dapat berubah menjadi prioritas.

Belum lama ini contohnya sebuah jembatan yang belum diresmikan namun menjadi viral karena banyak mendapat respon publik sehingga jembatan yang tadinya belum dibuka untuk umum dan direncanakan dibuka pada masa tertentu karena mendapat respon publik yang banyak maka kebijakan di ambil pihak yang terkait dengan merespon membuka jembatan agar bisa digunakan oleh publik tanpa adanya peresmian dan acara-acara pembukaan lainnya.

Semua ini terlihat bahwa peran respon publik pada suatu fenomena di sosial media dapat membuat suatu peningkatan kebijakan yang baik pula.

Pada dasarnya penggunaan media sosial yang tepat dapat membuat suatu perubahan yang besar dan memberikan peluang yang merata bagi semua kalangan.

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya