Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
HEADLINE

Ivo Sugianto Berkomitmen Sebagai Pelopor dan Pelapor Hak Anak

×

Ivo Sugianto Berkomitmen Sebagai Pelopor dan Pelapor Hak Anak

Sebarkan artikel ini
15 Kalteng 3 Ivo Sugianto Sabran
Ivo Sugianto Sabran. (kp/ist)

Palangka Raya, KP – Bunda Forum Anak Daerah Provinsi Kalteng, Ivo Sugianto Sabran menyampaikan forum anak merupakan wadah bagi anak untuk menyampaikan aspirasi, dalam upaya pemenuhan hak-hak anak.

Saat menjadi narasumber pada acara Kalteng Bicara yang disiarkan oleh TVRI Kalteng, Selasa (09/11) dengann Thema “Adaptasi Anak di Masa Pandemi Covid-19”, menyatakan berkomitmen akan terus mendukung serta melakukan pembinaan sebagai agen sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) pemenuhan hak anak.

Kalimantan Post

Pelopor menurut dia adalah bagaimana anak-anak diharapkan dapat memulai aksi/kontribusi positif dan sebagai agen perubahan dan sebagai pelapor, anak-anak diharapkan dapat melaporkan segala hal yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak melalui berbagai macam saluran yang telah disediakan oleh Pemerintah.

Dikemukakablb, jika belum bisa menjadi pelopor, minimal anak-anak Forum Anak bisa menjadi pelapor jika terjadi kasus pelanggaran hak anak di daerah mereka, ia berharap anak-anak yang terlibat di forum anak juga dilibatkan kedalam Musrenbang.

Pasalnya, mereka merupakan forum anak Daerah Kalteng, jadi mereka dilibatkan ditingkat Provinsi, tetapi secara berjenjang juga mulai dari Kabupaten hingga, “sehingga benar-benar forum anak ini sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi mereka, yang akan kita serap saat musrenbang”, tandas Ivo.

Ivo mengakui di Kalteng sudah tersedia berbagai fasilitas yang memenuhi indikator pemenuhan hak anak di Kalteng terdapat di 3 Kabupaten dan 1 Kota di kalteng yakni Lamandau, Katingan, Kotawaringin Barat dan Palangka Raya yang mendapat julukan Kabupaten/Kota layak anak.

Hal itu menurutnya merupakan wujud sinergitas menjadikan Kabupaten/Kota layak anak di Prov. Kalteng dan membawa Indonesia ke IDOLA (Indonesia Layak Anak Tahun 2030 dan Generasi Emas Tahun 2045).

Menyoal dampak positifnya pertemuan tatap muka proses belajar-mengjar, disebutkan mampu meningkatkan kreatifitas anak-anak, dengan mengembangkan analisis pemikiran mereka masing-masing. Dengan adanya learn from home, tentu saja anak-anak dapat menguasi tekhnologi, karena mereka harus menggunakan zoom, goole classroom dan untuk para pendidik harus berpikir inovatif dan kreatif bagaimana anak-anak bisa betah belajar sevara virtual.

Baca Juga :  Gubernur Muhidin dan Kapolda Kalsel Bahas Kelangkaan BBM Subsidi, Soroti Pengawasan QR Code dan Dugaan Penimbunan

Untuk hal negatifnya, selama pandemi anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah. Khawatirnya anak-anak bisa kecanduan gadget kurang sosialisasi karena banyaknya pembatasan diluar dan rentan masalah kesehatan karena terlalu lama didepan gadget.

Diingatkan untuk PTM terbatas,ia berpesan agar memastikan sarana dan prasarana serta SDM di Sekolah tersebut. Dan tetap menerapkan protokol kesehatan di area Sekolah, bagaimana mendorong supaya pendidikan dan staf di Sekolah sudah melakukan vaksinasi serta harus ada peran orang tua untuk memprotektif bagaimana memastikan protokol kesehatan serta pola hidup bersih dan sehat bagi anak sebelum dan pulang Sekolah.

Tampil dan hadir juga sebagai narasumber lainnya yakni Plt. Kepala Dinas P3APPKB Prov. Kalteng Ina Aden, yang menyatakan forum anak adalah sebuah wadah berpartisipasi untuk setiap anak dari setiap kelompokm.

Dikemukakan, setiap anak sampai usia 18 Tahun boleh bergabung dalam forum anak, syaratnya harus keinginan sendiri, kemudian mau untuk aktif dalam forum anak, menjaga nama baik forum anak dan sebagai bagian dari forum anak, mereka akan menjadi bagian dari agen perubahan, untuk disekitarnya. Forum anak ada 2 yakni pelopor dan pelapor. (drt/k-10)

Iklan
Iklan