Jambore PKK Se-Kota Banjarmasin, Gerakan BASADAKAH Disetujui

Banjarmasin, KP – Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengikuti kegiatan Jambore Kader PKK Kota Banjarmasin yang berlangsung di Halaman RSK (Rumah Sasirangan Kreatif) Kota Banjarmasin, Rabu 24/11/2021.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Banjarmasin, H Arifin Noor dan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah didampingi Ketua Bidang I Pembinaan Karakter Keluarga, Hj Hardiyanti serta Jajaran SKPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin.

Bahkan dalam kegiatan itu, Hj Siti Wasilah menuturkan kegiatan jambore tersebut merupakan bagian dari apresiasi untuk kader PKK dan kader umum yakni kader posyandu, kader dasawisma dan kader gizi.

“Harapan kita pertemuan ini menambah semangat kader kita untuk terus beraktivitas di lapangan karena merekalah para penggerak di tengah-tengah masyarakat untuk mensukseskan pelaksanaan program-program pemerintah dan PKK sebagai mitra pemerintah,” kata Hj Siti Wasilah.

Berita Lainnya
1 dari 3.934

Ia menyampaikan dalam rangkaian acara tersebut juga telah disetujui himbauan gerakan BASADAKAH (Banjarmasin Cegah Stunting Di Hari Jum’at Berkah) yang merupakan sebuah aspirasi dari PKK Kota Banjarmasin bersama dengan posyandu, kelompok kerja operasional posyandu Kota Banjarmasin dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting di Kota Banjarmasin.

“Penting kita mendorong untuk setiap kader posyandu itu sebulan sekali melakukan gerakan mengumpulkan bantuan dari warga sekitar, maksudnya warga yang mampu di sekitar posyandu masing-masing, nah maksudnya tuh begitu programnya,” ucapnya.

Kemudian, Hj Siti Wasilah mengungkapkan program tersebut sebenarnya telah dilakukan oleh Pemerintah Kota memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk bayi dan balita setiap posyandu dapat bantuan perbulan dalam bentuk dana, sebagai mitra Pemerintah, sebab itu PKK Kota Banjarmasin ikut berkontribusi membantu Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Kemudian masyarakat kita dorong juga untuk mau turun itu akan jadi bentuk keswadayaan masyarakat, kita menekankan posyandu itu adalah UKBM usaha kesehatan berdaya upaya masyarakat artinya dari oleh dan untuk masyarakat tidak selalu harus dikasih oleh pemerintah, sebab pemerintah pasti punya keterbatasan, oleh karena itulah gerakan BASADAKAH ini semacam pemicu,” pungkasnya.(Diskominfotik/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
Berita Menarik Lainnya

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya